Siapkan Ilusi Paling Berbahaya di Dunia, Demian Diskusi dengan David Copperfield

Altov Johar Sabtu, 24 Agustus 2019 23:00:23
Demian Aditya menyiapkan permainan sulap yang diklaim belum pernah ada di dunia. (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Demian Aditya menyiapkan permainan sulap yang diklaim belum pernah ada di dunia. Bahkan Demian sempat berdiskusi dengan pembuat ilusi David Copperfield, dan yang bersangkutan tidak sanggup karena dinilai sangat berisiko.

"Saya udah nyiapin sesuatu yang belum pernah dilihat siapa pun di dunia. Sedikit bocoran, saya sempat ngobrol sama pembuat ilusi di dunia, pembuat ilusi si David Copperfield juga saya ajuin konsep ini, minta dia buatin, dan enggak sanggup," ujar Demian Aditya di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (23/8).

Demian Aditya (Altov/tabloidbintang.com)
Demian Aditya (Altov/tabloidbintang.com)

Saking berbahayanya, para pembuat ilusi di dunia menyebut Demian 'gila' atas niatnya memainkan ilusi itu. Sayangnya, Demian  belum mau membocorkan di mana dan kapan waktu pasti aksi itu diperlihatkan.

"Karena buat mereka teralu berbahaya, mereka bilang ini gila. Jadi ilusi yang mau saya mainin nanti belum di-mainin sama siapa pun, bahkan Copperfield pun belum pernah. Dan saat ini saya lagi bingung, karena performnya enggak di Indonesia nanti," jelasnya.

"Itu masih dirahasiakan mungkin kalau enggak ada halangan akan dilakukannya tahun ini mendekati akhir tahun di-publish tahun depan, 2020," pungkasnya.

Demian Aditya memang ingin memperlihatkan seni sulapnya ke mata dunia. Oleh karena itu ke benerapa kali mengikuti ajang pencarian bakat di luar negeri. Belum lama ini, Demian mengikuti Australia's Got Talent.

(tov)

Penulis Altov Johar
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.