Ernest Prakasa Terkejut 2 Komika Ditangkap karena Kasus Narkoba

Altov Johar Minggu, 1 September 2019 05:00:54
Ernest Prakasa (Markuat /dok. tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kasus narkoba masih membayangi para selebriti tanah air. Kali ini komika Dani Wijaya Whardhana alias McDanny, dan Alfonsus Renato Fenady yang ditangkap polisi Resort Metro Tanggerang Kota, karena penyalahgunaan narkotika jenis Sabu.

Sebagai tekan dan rekan seprofesi, Ernest Prakasa sudah mendengar kedua komika itu ditangkap karena kasus narkoba. Ernest mengaku sempat membaca berita terkait penangkapan McDanny dan Alfonsus Renato.

"Tau dari berita, kemarin siang (Alfonsus Renato Fenady dan Dani Wijaya Whardhana ditangkap polisi)," kata Ernest Prakasa melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (31/8).

Ernest sendiri mengaku terkejut mengetahui dua rekan sesama komika ditangkap karena narkoba. Pasalnya selama ini ia belum pernah mendengat ada komika yang berurusan dengan polisi karena narkoba.

"Cukup terkejut karena selama ini belum pernah ada setau gue komika yang ketangkep nyabu," akunya.

Diakui Ernest, dirinya dengan kedya komika itu memang tergabung dalam komunitas stand up comedy dengan yang sama. Hanya saja Ernest tidak terlalu akrab dengan mereka.

"Kami memang satu komunitas stand-up tapi nggak terlalu akrab. Kami belum pernah kolaborasi di film-film yang gue bikin," ujarnya lagi.

Sekedar informasi, RN dan DN yang diketahui Dani Wijaya Whardhana alias McDanny, dan Alfonsus Renato Fenady ditangkap polisi Resort Metro Tanggerang Kota. Dari penangkapan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa dua paket sabu dengan berat 0,97 gram beserta sebuah alat hisap atau bong.

(tov / gur)

Penulis Altov Johar
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.