Mengenal Konsep Bangunan Pintar yang Hemat Listrik dan Minim Biaya Perawatan

Panditio Rayendra Senin, 9 September 2019 19:15:33
Ilustrasi rumah (ist)

TABLOIDBINTANG.COM - Konsep ramah lingkungan dan hemat energi tak hanya berkutat pada kemasan makanan, pemakaian plastik serta bahan baku busana. Hunian ramah lingkungan memanfaatkan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) trendi di Indonesia. Ia bagian dari konsep bangunan pintar. Hal itu terungkap dalam gelar wicara “Smart Energy Building: Implementations and Trends” di Jakarta, belum lama ini.


Yang menarik, belakangan para ibu mulai merekomendasikan penggunaan PLTS rooftop untuk hunian mereka lantaran menghemat listrik. “Penggunaan PLTS rooftop menghemat biaya listrik 15 hingga 30 persen per bulan. Di sektor bisnis, investasi yang dikeluarkan sudah bisa tertutupi pada tahun ke-6 hingga ke-9 setelah PLTS dioperasikan,” beri tahu Direktur Pengelolaan dan Pengembangan PT Utomodeck Metal Works, Anthony Utomo, kepada tabloidbintang.com.


Berkaca pada fakta dan data ini, tak heran jika sejumlah vendor berlomba melakukan inovasi rooftop berbasis PLTS. Salah satunya, Utomodeck Metal Works yang menghadirkan solar PV atau panel surya. Anthony mengingatkan keluarga Indonesia bahwa hunian adalah proyek seumur hidup. Begitu pula gedung bagi para pelaku usaha. Ada saja bagian yang mesti diperbaiki dan dirawat. Salah satunya rooftop, yang selama ini menjadi bagian penting gedung maupun hunian.


“PLTS Rooftop bukan hanya menghemat listrik. Masa penggunaan solar panel bisa mencapai 30 tahun dengan perawatan yang minimal. Ini juga salah satu pertimbangan pelaku usaha maupun pasangan dalam memilihnya,” Anthony menyambung. Ia menambahkan, “Saat ini, Utomodeck menjalin kerja sama sewa panel surya untuk menghasilkan listrik sebesar 660 kwp yang tersebar di 11 lokasi.”


(ray / ray)

Penulis Panditio Rayendra
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.