Kasus Wanpreatasi Baim Wong, Izzhy Audiagla Dicecar 15 Pertanyaan Oleh Penyidik

Abdul Rahman Syaukani Jumat, 13 September 2019 22:00:23
Izzhy Audiagla dan Thalita yang juga ikut diminta keterangannya atas dugaan kasus wanprestasi Baim Wong dan Lucky Perdana. (Rahman/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Setelah Krisna Mukti diminta keterangannya oleh penyidik beberapa waktu lalu, kini giliran Izzhy Audiagla dan Thalita yang juga ikut diminta keterangannya atas dugaan kasus wanprestasi Baim Wong dan Lucky Perdana. Keduanya diperiksa hari ini mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00.

""Tadi ada sekitar 15 pertanyaan yang ditanyakan ke saya. Dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 11.45 kalau enggak salah," ucap Izzy saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat (13/9).

Izzy dalam kesempatan itu mengungkapkan motivasi Baim Wong mau menerima lebih uang banyak dari partai dengan cara menjadi ikon partai.

Baim Wong (Seno/tabloidbintang.com)
Baim Wong (Seno/tabloidbintang.com)

"Ada kalimat Baim Wong, saya dengar di telinga saya sendiri dan disaksikan oleh banyak orang. Dia bilang sama Mbak Astrid, ‘Mbak kalau saya enggak jadi caleg dan saya jadi vote getter berarti saya bisa dapat lebih banyak dong'," tutur Izzhy.

"Mbak Astrid bilang, 'oh nanti kalau masalah itu akan saya bicarakan lagi dengan pihak partainya seperti apa'. Kebetulan pada suatu pertemuan di Plaza Indonesia tanggal 8 April 2019, ada salah satu petinggi partai yang tarik tangan dan langsung berbicara hal itu," imbuhnya.

Astrid dari QQ Production menempuh jalur hukum pidana dan perdata terhadap Baim Wong dan Lucky Perdana karena merasa ditipu. Astrid merasa 2 artis tersebut telah menipu dirinya dengan janji yang tidak ditepati, setelah diperkenalkan ke salah satu partai politik.

(man)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.