Sindir Awkarin, Ernest Prakasa : Kita Kan Tahu Sakit Hatinya Karya Kita Dijiplak

Abdul Rahman Syaukani Rabu, 30 Oktober 2019 11:30:08
Ernest Prakasa menyayangkan sikap Awkarin. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Ernest Prakasa menilai apa yang dilakukan Awkarin dengan memposting gambar milik orang lain dan mengklaim itu sebagai miliknya, merupakan langkah fatal. Ernest menyayangkan sikap Awkarin, yang dianggap tidak menghargai karya orang lain.

"Kenapa jadi rame karena seniman punya solidaritas. Kita kan tahu rasanya, sakit hatinya, ketika karya kita dijiplak orang lain," ujar Ernest Prakarsa saat ditemui di bilangan Menteng, Jakarta, Selasa (29/10).

Dalam kesempatan itu Ernest Prakasa juga menyoroti obsesi besar Awkarin menjadi seorang aktivis sosial. Menurutnya, hal itu tidak singkron dengan sikap Awkarin yang dinilai tidak menghargai hak cipta.

Ernest Prakasa menyayangkan sikap Awkarin. (Seno/tabloidbintang.com)
Ernest Prakasa menyayangkan sikap Awkarin. (Seno/tabloidbintang.com)

"Gimana mau meyakinkan orang dia memperjuangkan sesetaraan sosial kalau dia sendiri tidak menghargai karya, menurut gue sih itu enggak singkron ya," ucap Ernest Prakasa.

Dia sendiri bersyukur karyanya tidak pernah mengalami nasib seperti Nadiyah yang diduga hasil karyanya diklaim Awkarin. Namun jika hal itu terjadi, Ernest mengaku akan benar-benar sakit hati.

Terkait langkah Nadiyah yang memilih untuk mempublikasikan masalah ini ke publik, dinilai Ernest Prakasa termasuk hal yang wajar.

"Kayaknya dia sudah pernah menghubungi terlebih dahulu sebelum memposting tapi tidak ada respons. Menurut gue itu hal wajar sih," kata Ernest Prakasa.

Awkarin. (Seno/tabloidbintang.com)
Awkarin. (Seno/tabloidbintang.com)

(man/ari)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.