Ovi Sovianti dan Suami akan Jalni Program Bayi Tabung, jika...

Supriyanto Senin, 4 November 2019 11:30:07
Ovi Sovianti dan suami berharap segera dikariniai momongan. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Pasangan Ovi Sovianti dan Frangky Roring tidak pernah menunda momongan. Namun, setahun menikah sampai sekarang Ovi belum juga menunjukkan tanda kehamilan.

Kepada wartawan usai pembukaan rumah makan King Tuna miliknya, Ovie Sovianti dan suami mengungkapkan sangat mendambakan anak dalam rumah tangga mereka.

"Doakan aja sesudah buka restoran, aku dan suami dikaruniai anak. Karena itu yang belum terwujud," kata Ovi Sovianti yang ditemui usai melakukan soft openning 'King Tuna Manado' di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akhir pekan kemarin.

"Kalau ditanya pengin, pasti pengin yah punya anak," tambah Ovi Sovianti.

Mereka memiliki target memiliki nomongan di 2020. Jika belum berhasil, Ovi dan suami berencana akan melakukan program bayi tabung.

"Nah kita kalau memang sampai tahun ini enggak (punya anak), memang maunya langsung bayi tabung biar langsung punya anak. Rencanya target tahun depan," terang Franky Roring.

Saat ditanya soal program bayi tabung, pasangan yang menikah setahun lalu itu masih mempertimbangkan.

"Kalau bayi tabung sebenarnya satu, dia ada beberapa tahapan yang harus jaga kesehatan, dan ketika proses bayi tabung itu calon ibu tuh harus istirahat total. Kalau kita tergantung Yang di Atas kalau rezeki kan ya,"  kata Frangky.

Sementara ini mereka lebih mengandalkan cara alami. Bagi Frangky dan Ovi, bayi tabung menjadi solusi terakhir.

"Karena memang lebih efesien dan efektif pasti bisa jadi kalau bayi tabung. Jadi ya doakan saja," pungkas Frangky Roring.

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.