Tak Terima Diadu Domba dengan Ruben Onsu, Besok Roy Kiyoshi akan Melapor ke Polda

Supriyanto Rabu, 13 November 2019 13:00:23
Roy Kiyoshi merasa diadu domba dengan Ruben Onsu. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dalam sebuah video YouTube, Roy Kiyoshi menyebut Ruben Onsu memakai pesugihan hingga menelan korban dalam menjalani bisnis kulinernya. Namun, hal tersebut langsung dibantah Roy.

Tidak terima namanya dicatut dan merasa diadu domba, Roy Kiyoshi didampingi kuasa hukum Henry Indraguna bakal melaporkan pemilik akun YouTube Hikmah Kehidupan.

"Tadi saya udah diskusikan sama Roy alangkah lebih baiknya setelah ini Roy melaporkan juga akun Hikmah Kehidupan karena dia tanpa izin mencatut nama Roy dengan menjual judulnya yang menurut saya ini cukup keterlaluan," ujat Henry Indraguna usai mengisi acara di Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (12/11).

Ruben Onsu (Seno/tabloidbintang.com)
Ruben Onsu (Seno/tabloidbintang.com)

"Ada foto Roy disebut Ruben Onsu pakai pesugihan. Diadu domba lah Roy sama Ruben. Nanti kita juga akan upaya hukum," terang Henry Indraguna menambahkan.

Sementara kepada wartawan Roy Kiyoshi membeberkan, dirinya menyebut inisial R bukan ditujukan ke Ruben. Apalagi Roy sudah anggap Ruben seperti kakaknya sendiri.

"Aku dan Ruben itu seperti kakak beradik. Kokoh dan Dede kalau panggilannya. Enggak ada sama sekali aku menyatakan dalam video seperti itu," kata Roy Kiyoshi.

Rencananya, Roy Kiyoshi dan Henry akan membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (14/11) besok siang.

"Kamis (14/11) jam 13.00 WIB. saya akan temani Roy Kiyoshi  akan melaporkan akun yang menuduh Roy ke Polda metro jaya," pungkas Henry Indraguna.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.