Dituduh Menistakan Agama, Ini Jawaban Atta Halilintar

Ari Kurniawan Kamis, 21 November 2019 09:30:42
Atta Halilintar dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penistaan agama. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Atta Halilintar dilaporkan ke polisi oleh sebuah LSM dengan tuduhan penistaan agama. Atta disebut mempermainkan gerakan salat dalam sebuah konten video yang diunggah di akun YouTube-nya. 

Atta Halilintar tak mau banyak berbicara soal laporan polisi yang dialamatkan kepadanya. Atta yakin orang-orang yang mengerti hukum bisa tahu bahwa dirinya tidak bersalah.

"Orang-orang hukum juga kan sekarang pintar. Dia pasti tahu mana orang yang cuma cari sensasi, mana yang benar-benar baik sama aku," ucap Atta Halilintar, saat ditemui di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (20/11). 

Atta Halilintar dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penistaan agama. (Seno/tabloidbintang.com)
Atta Halilintar dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penistaan agama. (Seno/tabloidbintang.com)

Atta Halilintar tidak ingin menjadikan persoalan ini sebagai beban. Ia ingin tetap berkarya, dan menyerahkan persoalan hukumnya kepada pihak yang lebih mengerti.

"Aku menyerahkan semuanya kepada orang-orang berpengalaman saja," bilang Atta Halilintar.

"Kalau aku pribadi sih masalah tuh kita jadi pelajaran untuk mendewasakan hidup ini ya. Kita ini bukan manusia sempurna, enggak mungkin enggak bikin salah. Semua orang pasti bikin salah. Apalagi aku yang manusia biasa, bukan superman," lanjutnya.

Atta Halilintar dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penistaan agama. (Seno/tabloidbintang.com)
Atta Halilintar dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penistaan agama. (Seno/tabloidbintang.com)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.