Kriss Hatta Beli Belasan Kaca Mata Hitam untuk Dipakai saat Sidang

Ari Kurniawan Rabu, 11 Desember 2019 13:00:20
Kriss Hatta tetap modis saat menjalani persidangan. (Ari/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kriss Hatta sepekan sekali harus menjalani persidangan kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Meski harus naik mobil tahanan dengan tangan diborgol, Kriss tetap peduli pada penampilan. 

Seperti yang terlihat saat Kriss Hatta menghadiri sidang putusan, Selasa (10/12). Mantan suami Hilda Vitria Khan itu tampil modis mengenakan hoodie dengan kombinasi warna kuning, putih, biru, serta celana bahan hitam, dan sepatu pantofel. Dengan rambut klimis, Kriss makin terlihat gaya dengan kaca mata hitam.

Menurut Tuty Suratinah, ibunda Kriss Hatta, wajar jika putranya sangat memperhatikan penampilan. Sebab, kata Tuty, sampai sekarang Kriss masih berstatus public figure. 

Kriss Hatta tetap modis saat menjalani persidangan. (Ari/tabloidbintang.com)
Kriss Hatta tetap modis saat menjalani persidangan. (Ari/tabloidbintang.com)

“Harus terlihat fresh ya. Penamplan jugsa harus dijaga, karena Kriss di dunia entertaint,” kata Tuty, usai menyaksikan sidang putusan Kriss Hatta.

Ada fakta menarik diungkapkan Tuty. Yakni soal kaca mata hitam, yang ternyata sengaja disiapkan Kriss untuk menghadiri persidangan. Tidak hanya satu, tapi ada belasan kaca mata. 

“Dia beli kaca mata buat sidang itu ada 15 biji. Setiap hari ganti. Sampai masih ada yang belum kepake,” ungkap Tuty. 
Terkait kasus penganiayaan, Kriss Hatta dijatuhi hukuman lima bulan penjara. Tuty menyambut gembira vonis hakim. Sebab, hanya dalam hari, Kriss yang sudah menjalani lebih dari empat bulan masa tahanan, akan segera bebas. 

(ari)
 

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.