Dianggap Lecehkan Pengemudi Ojek Online, Iis Dahlia Terancam Dilaporkan ke Polisi

Supriyanto Jumat, 20 Desember 2019 15:00:23
Iis Dahlia dinilai telah melecehkan pekerjaan ojek online. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Iis Dahlia dinilai telah melecehkan pekerjaan ojek online karena membandingkan dengan profesi pilot terkait suaminya, Satrio Dewandono, yang membawa barang selundupan di dalam pesawat.

Atas perkataan Iis Dahlia, komunitas driver ojol yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

Hal tersebut dikatakan Henry Indraguna, kuasa hukum Garda Indonesia. Jika dalam 3x24 jam tidak ada klarifikasi dan permintaan maaf, maka pihaknya akan mempolisikan Iis Dahlia.

Iis Dahlia (Seno/tabloidbintang.com)
Iis Dahlia (Seno/tabloidbintang.com)

”Kami akan memberikan waktu 3x24 jam untuk memberikan klarifikasi kepada kami tentang maksud dan tujuannya apa yang dikata di dalam media tersebut,” ujar Henry Indraguna saat dihibungi wartawan lewat telepon, Kamis (19/12).

“Kalau tidak dilakukan kami akan mengirimkan somasi kedua, klarifikasi surat kedua, kalau misalnya pun tidak juga diindahkan maka kami akan upaya hukum,” tegas Henry Indraguna.

Meski ancaman sudah dikeluarkan, Henry Indraguna masih berusaha membuka pintu damai. Henry berharap hal itu bisa terwujud antara Iis Dahlia dan kliennya.

“Tapi kami tetap menjunjung tinggi dulu asas praduga, kami menjunjung tinggi asas perdamaian, kalau emang ada itikad dan niat, kalau memang ada salah ucap. Kalau dia ada niat baik dan minta maaf kita terima,” kata Henry Indraguna.

“Mudah-mudahan klien kami bisa menerima. Kalau tidak ya sudah kita akan upaya hukum,” pungkas Henry Indraguna.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.