Nikita Mirzani Ungkap Alasan Ribut Hingga Di-blacklist MNC Group

Supriyanto Jumat, 24 Januari 2020 08:00:03
Nikita Mirzani. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nikita Mirzani ribut dengan infotainment MNC Group hingga mengeluarkan kata-kata kasar. Dampaknya ibu tiga anak itu di-blacklist oleh beberapa program infotainment yang ikut membesarkan namanya.

Kepada wartawan, Nikita Mirzani membeberkan alasan mengapa ia geram kepada tayangan infotainment MNC Group. Menurut Nikita, dirinya kesal lantaran rumahnya selalu disatroni tanpa henti.

"Dulu waktu gue ke luar negeri yang katanya gue dicekal dan katanya gue mau ditangkap di bandara, tapi kan ternyata nggak begitu," ungkap Nikita Mirzani di kawasan Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (23/1).

Nikita Mirzani. (Seno/tabloidbintang.com)
Nikita Mirzani. (Seno/tabloidbintang.com)

"Cuma ada salah satu oknum, pake mobil tulisannya gede ada kali 9 atau 7 hari mondar-mandir di rumah gue. Dari pagi, siang, malam sampe jam 3 pagi masih ada," tambah Nikita Mirzani.

Nikita Mirzani merasa yang dilakukan orang-orang media tersebut telah melewati batas. Bahkan meski sudah disampaikan keluhannya, rumah Nikita masih didatangi wartawan dari MNC Group.

"Gue coba tegor atasanya. Hilang sehari, nggak ada di rumah gue. Besoknya ada lagi, gue lagi nyuci mobil tiba-tiba keluar langsung nodongin mic. Gue mau jenguk temen yang sakit tiba-tiba muncul, nyerobot masuk rumah sakit," kata Nikita Mirzani.

"Pokoknya membuat orang di rumah gue merasa terganggu. Tadinya mau gue laporin, kena banget pasalnya tapi kan kita berteman," pungkas Nikita Mirzani.

Nikita Mirzani. (Seno/tabloidbintang.com)
Nikita Mirzani. (Seno/tabloidbintang.com)

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.