Sidang Kasus Ikan Asin, Barbie Kumalasari - Galih Ginanjar Bahas Soal Perceraian

Supriyanto Selasa, 11 Pebruari 2020 11:00:32
Barbie Kumalsari dan Galih Ginanjar. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Barbie Kumalasari hadir di persidangan kasus ikan asin sebagai saksi, Senin (10/2) siang. Pada kesempatan itu, Kumalasari bertemu dengan suami sirinya, Galih Ginanjar, yang duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

Mereka bertemu membahas soal hubungan pernikahannya yang di ujung tanduk. Saat ditanya rencana perceraian, Barbie Kumalasari meminta kepada suaminya untuk lebih menghargai.

"Saat ini kan masih dalam berpikir. Memang butuh proses itu untuk pendewasaan dari Galih, bisa lebih menghargai aku dan kerja tim. Kita semua tim sebetulnya, termasuk aku juga kan yang memback up dari belakang. Jadi mungkin bisa lebih dihargai lagi lah untuk ke depannya," ungkap Barbie Kumalasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (10/1).

Barbie Kumalasari mengungkap, dirinya merasa tidak dihargai atas usahanya membantu Galih Ginanjar menghadapi kasus yang dilaporkan oleh Fairuz Arafiq.

"Ya pokoknya ada hal-hal omongan yang pemikirannya mungkin nggak dewasa sehingga aku sangat tersinggung dan aku ngerasa kurang dihargai aja. Selama ini juga kita capek ya ngurus kasus ini capek banget," terang Barbie Kumalasari.

"Mungkin dia (Galih Ginanjar) lebih ngelihat kesannya aku senang-senang di luar, padahal kan nggak tahu dalemnya seperti apa back up kasus ini semuanya," tambah Barbie Kumalasari.

Ibu satu anak itu pun merasa lelah bantuannya tidak dihargai hingga muncul dibenaknya untuk mengakhiri hubungan.

"Aku sih udah capek ya sudah 4 tahun begitu-begitu aja, stuck di tempat. Padahal kan banyak hal yang satu visi misinya sih. Bukan karena orang ketiga. Pemikiran aja sih sebenarnya dan itu menurutku penting," pungkas Barbie Kumalasari.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.