Banyak Artis Pakai Narkoba karena Pekerjaan, Nikita Mirzani: Koh Ruben Enggak Make

RIK Kamis, 13 Pebruari 2020 18:30:23
Nikita Mirzani menyayangkan masih adanya artis yang terjerat narkoba. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nikita Mirzani menyayangkan masih adanya artis yang terjerat narkoba. Yang terbaru, Lucinta Luna diamankan polisi lantaran positif mengonsumsi psikotropika golongan 3. Banyak yang berkilah menggunakan narkoba untuk menambah stamina, Nikita Mirzani dengan tegas membantahnya. 

"Kalo Niki kagak usah pake narkoba, stamina Niki juga udah kenceng, udah kuat karena Niki mindset-nya kerja, cari uang untuk anak masa depan. Kalo Niki pake narkoba nanti rugi di Niki, uang juga jadi abis," kata Nikita Mirzani di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (11/2). 

Ruben Onsu (Seno/tabloidbintang.com)
Ruben Onsu (Seno/tabloidbintang.com)

Lebih lanjut, ibu tiga anak itu pun mengambil contoh lain jika narkotika sama sekali tak ada hubungannya dengan kesibukan pekerjaan. Menurutnya, Ruben Onsu dan Ivan Gunawan yang memiliki jadwal padat setiap harinya tetap bisa beraktivitas tanpa bantuan narkotika. 

"Banyak sih, Koh Ruben, Ivan Gunawan, artis yang pekerjaannya banyak dia tidak pakai narkoba. Jadi itu balik ke orang masing-masing," terangnya. 

Menurut Nikita Mirzani, stamina yang terkuras lantaran jadwal pekerjaan yang padat sebenarnya bisa disiasati tanpa harus menggunakan narkoba. Asal bisa menikmati setiap pekerjaan yang dijalani, rasa lelah dalam bekerja masih bisa diatasi. 

"Kalo elu melakukan sesuatu enjoy, dengan penuh keikhlasan, tidak akan jadi beban. Coba tanya orang-orang yang pake narkoba ini kenapa untuk stamina," pungkasnya.

(rik)

 

 

Penulis RIK
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.