Ernest Prakasa Komentari Unggahan Tara Basro yang Jadi Pro dan Kontra

RIK Jumat, 6 Maret 2020 13:30:19
Ernest Prakasa. (Bambang/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Tara Basro menjadi perbincangan usai unggahannya di laman instagram yang memperlihatkan ketidaksempurnaan tubuhnya. Dari beberapa foto yang diunggah, ada salah satu yang dianggap mengandung unsur pornografi sehingga mendapat tanggapan dari Kemenkominfo dan dianggap melanggar UU ITE.

Terkait hal tersebut, komika Ernest Prakasa pun memberikan komentarnya. "Jujur saya bukan sarjana hukum ya, kuliahnya FISIP itu juga jarang masuk, jadi enggak tahu secara legalitas gimana tapi semoga sih baik-baik aja," ungkap Ernest Prakasa di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (5/2).

"Gue sih langsung berpendapat kalau (unggahan) yang kedua (Tara Basro) agak terlalu ekstrim sih takutnya esensinya tertutup sama sensasinya," tambahnya.

Ernest Prakasa. (Bambang/tabloidbintang.com)
Ernest Prakasa. (Bambang/tabloidbintang.com)

Namun begitu, terkait isu self love yang dibawa Tara Basro dalam unggahannya itu, Ernest pun memberikan apresiasi.

"Sebenernya itu first message Imperfect kan, bahwa self love, mencintai diri sendiri dengan segala ketidaksempurnaan," tuturnya.

"Kalau foto yang pertama gue support banget karena itu memberikan kayak semacam antitesis kalau orang lihat di Instagram itu semuanya mau jadi body goals, ternyata artis yang sudah top aja merasa ya cintai diri sendiri apa adanya. Jadi perempuan-perempuan di luar sana enggak terlalu terhantui bahwa, 'oh harus body goals'. Sebenernya message yang persis sama yang dibicarakan di film gue juga, jadi gue sangat appreciate apa yang dia lakukan karena itu butuh keberanian untuk melakukan itu," pungkas Ernest Prakasa. 

(rik)


 

Penulis RIK
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.