Saking Syok, Soraya Larasati Tak Bisa Teriak saat Dilecehkan Orang Tak Dikenal

Supriyanto Selasa, 7 April 2020 15:30:23
Soraya Larasati menjadi korban pelecehan seksual. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Soraya Larasati menjadi korban pelecehan seksual, payudaranya disentuh orang tak dikenal saat sedang lari pagi, Minggu (5/4). Kejadian tersebut membuat Soraya syok hingga tidak terpikir untuk berteriak.

Soraya terkejut dan langsung menelepon sang suami yang sudah menunggu dirinya tak jauh dari lokasi kejadian.

"Aku kaget, 'astaghfirullahaladzim'. Aku syok enggak kepikiran foto. Kondisi lagi lari, HP di tas pinggang. Reaksi pertama aku cuma syok dan telepon suami," ungkap Soraya Larasati kepada wartawan lewat telepon, Senin (6/4).

Soraya Larasati (Seno/tabloidbintang.com)
Soraya Larasati (Seno/tabloidbintang.com)

Mendengar Soraya mendapat perlakuan tak enak, sang suami langsung bergegas menemuinya.

"Pas aku bilang ke suami, 'kamu di mana?'. Dia bilang sudah sampai di Masjid Kebayoran. Langsung aku cerita, 'aku tadi ada yang raba dada aku dari motor, gitu-gitu langsung raup dada aku'," kata Soraya Larasati.

"Dari situ aku berhenti dulu ngobrol sama tukang jamu. Saya tanya, 'Bu tadi ibu lihat orang yang raba payudara saya?' Si Ibu bilang dia melihat saya karena saya teriak dia kira saya jatuh atau kenapa. Karena memang kejadiannya sangat cepat," terang Soraya Larasati menambahkan.

Pemain sinetron Mak Ijah Pengen ke Mekah itu tak pernah menyangka ada yang nekat melakukan perbuatan tercela di tempat umum.

"Orang di belakang aku cuma bisa lihatin doang. Ada (pengendara) motor, ada (pengendara) sepeda. Lagi banyak yang olahraga, cuma memang enggak seramai biasanya," pungkas Soraya Larasati.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.