Media Sosial Tempat Terakhir Dewi Sandra Berbagi Hal Privat

Indra Kurniawan Minggu, 19 April 2020 13:00:23
Dewi Sandra terbilang cukup aktif di media sosial, terutama Instagram. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dewi Sandra terbilang cukup aktif di media sosial, terutama Instagram. Bergabung sejak 7 Juni 2011, hingga Sabtu (18/4), Dewi telah membuat 1.759 postingan dengan 6,6 juta pengikut.

Kebanyakan postingan Dewi Sandra lebih ke syiar agama, kehidupan, motivasi, dan kegelisahan yang ia rasakan. Sesekali ia mengunggah foto kebersamaan dengan sang suami, Agus Rahman.

Melalui Instagram, Dewi Sandra juga menulis ucapan duka untuk sahabat-sahabat yang telah mendahuluinya. Di antaranya Oon Project Pop dan Ashraf Sinclair.

Tidak heran ketika Glenn Fredly, mantan suaminya meninggal dunia, tak ada sepatah kata pun terucap melalui Instagramnya, netizen pun bertanya-tanya, ada apa? Apakah perceraian saat itu masih menyisakan luka mendalam pada Dewi?

Dewi Sandra akhirnya buka suara. Melalui Instagramnya, Sabtu (18/4), ia mengatakan media sosial bukan satu-satu media untuk mengungkapkan isi hatinya.

"Untuk sebagian orang, aku khususnya, social media akan menjadi tempat terakhirku untuk share hal yang "private" karena cara orang untuk mengungkapkan hati dan rasa tidak hanya dengan media yang satu ini," tulis Dewi Sandra.

Dewi Sandra menikah dengan Glenn Fredly secara tertutup di Bali pada 3 April 2006. Rumah tangga keduanya hanya bertahan tiga tahun, tanpa dikaruniai anak.

Selang dua tahun, 11 Desember 2011, Dewi menikah untuk ketiga kalinya dengan Agus Rahman. Keduanya harmonis hingga saat ini. Tidak pernah ada gosip miring seputar rumah tangga mereka.

(kur)

 

Penulis Indra Kurniawan
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.