Al Ghazali Hapus Postingan Sindiran untuk Jerinx SID, Syarat Nomor 2 Terpenuhi

Indra Kurniawan Rabu, 13 Mei 2020 12:30:08
Al Ghazali. (Istimewa)

TABLOIDBINTANG.COM - Al Ghazali mendadak mengunggah foto sang ayah, Ahmad Dhani, dikelilingi istri dan tujuh anaknya melalui akun Instagramnya, Minggu (10/5).

"Laki-laki yang sudah punya banyak anak tidak perlu lagi repot membuktikan bahwa dia laki-laki," tulis Al di Instagramnya.

Kalimat tersebut tampaknya ditujukan untuk Jerinx "Superman is Dead", karena Al Ghazali juga menyertakan unggahan berupa kalimat sindiran Jerinx yang mempertanyakan keberanian Dhani menerima tantangan berdebat langsung dengannya.

Mengetahui Al Ghazali ikut-ikutan menyindirnya, Jerinx merasa geram. Lewat Instagramnya, ia bersedia membatalkan tantangan debat dengan dua syarat.

"Saya enggak akan lanjutin ini dengan syarat: 1. Tolong mas jangan bawa KELUARGA mas terkait masalah saya dengan mas. 2. Delete postingan anak anda yang menyinggung saya sebab saya tidak ada masalah dengan anak mas. Bisa sanggupi syarat saya?," tulis Jerinx dalam pesannya untuk Dhani.

Ahmad Dhani terlihat tidak peduli dengan syarat yang diajukan Jerinx. Ia malah menantang untuk melanjutkan masalah tersebut.

"Lanjutkan saja. Saya senang dapat konten," kata pentolan grup musik Dewa 19.

(Istimewa)
(Istimewa)

Tampaknya sikap Dhani setelah chat itu tersebar ke publik sepertinya mulai melunak. Syarat nomor 2 dari Jerinx akhirnya dipenuhi.

Dilihat tabloidbintang.com dari Instagram Al Ghazali, Rabu (13/5), postingan Ahmad Dhani dikelilingi istri dan tujuh anaknya sudah dihapus. Entah karena permintaan Dhani atau kesadaran Al sendiri. Bagaimana kelanjutan drama dua musisi tersebut?

(kur)

Penulis Indra Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.