Tidak Disangka, Waktu SD Happy Salma Pernah jadi Tukang Sewa Komik dan Bandar Togel

Supriyanto Senin, 6 Juli 2020 18:00:23
Happy Salma mengenang masa kecil yang penuh warna. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Happy Salma mengenang masa kecil yang penuh warna. Istri Tjokorda Bagus Dwi Santana itu mengunggah komik Petruk Gareng karya Tatang S, yang populer di era 1980-1990 an.

Di balik unggahannya, Happy Salma mengungkap cerita dirinya sudah belajar berbisnis sejak belia. Happy menyewakan komik kepada teman-teman, padahal bukan miliknya.

“Baiklah saya Katakan. Profesi pertama saya di Mulai saat kelas 4 sd Dan menghasilkan uang. .....Menyewakan komik-komik Yang saya juga Sewa dari Tukang komik di sekolah. Yaitu petruk gareng karya Tatang s Dan laris...,” ungkap Happy Salma di akun @happysalma Sabtu (4/7).

Dari penyewaan komik tersebut, Happy Salma mengaku sudah bisa mencari uang jajan tambahan.

Namun tidak disangka, Happy Salma menggunakan uang hasil penyewaan komik untuk lotre atau togel (toto gelap).

“Lalu kemudian uangnya saya pakai buat jualan togel Dan tak lama bangkrut. Sekian...,” pungkas Happy Salma.

Pengakuan Happy Salma membuat netizen terkejut bahkan beberapa teman selebriti dibuat tertawa.

"Hahaahahaaa," tulis Wulan Guritno dengan emoticon berjoget.

Disusul Iwa K, Surya Saputra, Audy hingga Dimas Djayadiningrat yang menunjukan tawanya lewat emoticon.

“Dulu pernah baca komik beginian punya abang.. Teh happy main togel jg ya dulu.. Epic,” komentar akun @wid**_divya.

“Bangga mulai bisnis sejak dini n jujur hehehe,” tulis akun @mamawil***.

“Hahaha seneng Togel. Saya juga teh, pelanggan togel yang nggak sukses,” ujar akun @fauzah_***uyusuf.

(pri)

 

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.