Atalarik Syach Menunggu Klarifikasi Tsania Marwa Soal Uang di Brangkas

Supriyanto Kamis, 23 Juli 2020 11:00:47
Atalarik Syach mengaku sudah membuka pintu damai untuk mantan istrinya, Tsania Marwa. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Atalarik Syach mengaku sudah membuka pintu damai untuk mantan istrinya, Tsania Marwa, terkait gugatan harta gono gini. Namun, kesempatan tersebut diabaikan Tsania sebagi penggugat.

Atalarik Syach menyebut mantan istrinya tidak jujur mengungkap soal uang di brankas yang dibawanya saat meninggalkan rumah sebelum resmi cerai.

"Jadi kenapa saya tunggu? Karena dia penggugat, tentu saja saya pengin lihat itikad dari penggugat, itikad baiknya, kejujurannya sejauh mana," ungkap Atalarik Syach di kawasan Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Rabu (22/7).

Atalarik Syach mengaku sudah membuka pintu damai untuk mantan istrinya, Tsania Marwa. (Seno/tabloidbintang.com)
Atalarik Syach mengaku sudah membuka pintu damai untuk mantan istrinya, Tsania Marwa. (Seno/tabloidbintang.com)

"Saya ingin lihat itikad dari penggugat, itikad baiknya kejujuran sejauh mana ternyata saya tidak peru menambahkan dia tetap bersikeras," beber Atalarik Syach kecewa.

Menurut Atalarik Syach, soal harta gono gini dirinya merasa sudah memberikan sesuai dengan kemampuannya, kecuali mobil mewah.

Atalarik Syach mengatakan seluruh harta dan tabungannya sudah dibawa Tsania Marwa. Atalarik mengaku hanya memiliki uang 3 juta rupiah saat ditinggalkan Marwa.

Atalarik Syach mengaku sudah membuka pintu damai untuk mantan istrinya, Tsania Marwa. (Seno/tabloidbintang.com)
Atalarik Syach mengaku sudah membuka pintu damai untuk mantan istrinya, Tsania Marwa. (Seno/tabloidbintang.com)

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.