Tompi Minta Anji Selidiki Latar Belakang Narasumber Sebelum Wawancara

Ari Kurniawan Senin, 3 Agustus 2020 12:30:13
Tompi. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Video wawancara Anji dengan Hadi Pranoto, pria yang mengklaim telah menemukan obat Covid-19 jadi kontroversi. 

Penyanyi sekaligus dokter, Tompi, pun ikut menanggapi hal ini. Menurutnya, klaim penemuan obat medis harus disertai dengan pembuktian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Lagi heboh banget ama berita @duniamanji wawancara profesor penemu obat covid, bukan GAK MUNGKIN loh, bisa aja bener. Tapi begini Anji, sebuah penemuan apalagi medis ya HARUS dipresentasikan dengan tata cara ilmiah, supaya teruji terukur dan bisa diulang," tulis Tompi, di Twitter.

Tompi. (Seno/tabloidbintang.com)
Tompi. (Seno/tabloidbintang.com)

Agar tidak terjadi kebingungan di masyarakat, Tompi meminta klaim yang disampaikan Hadi Pranoto dibuktikan. 

“Ada yg mengaku sudah sembuh dengan ramuan itu, seperti tadi saya sampikan : “MUNGKIN SAJA bener-bener mujarab” atau sebenarnya “KEBETULAN CASE NYA RINGAN AMPE SEMBUH SENDIRI” bukan karena obatnya. Nah inilah yg HARUS DIBUKTIKAN dengan ilmu yang sudah ada," ungkapnya.

Tompi kemudian mengimbau Anji untuk lebih dulu mengecek latar belakang narasumber yang diwawancara. Terlebih wawancara tersebut membahas sesuatu yang bersifat ilmiah. 

"@duniamanji juga perlu ngecek latar belakang orang yang diwawacara, verifikasi dulu. Trus wawancara ilmiah tentu berbeda ya dengan wawancara acara hantu. Penanya gak pake kaget, tapi terus menggali karena itu “basic”nya juga harus bener dulu. Ntar kalau gak bahaya kawan," tulisnya.

"Bahaya kalau main telen percaya aja, ada klaim t**k kambing jadi obat pun akan digadang sebagai penemuan," lanjut Tompi. 

Anji. (Seno/tabloidbintang.com)
Anji. (Seno/tabloidbintang.com)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.