Anji: Ingin Mengabarkan Kebaikan, Namun Malah Menjadi Sebuah Kejelekan

Supriyanto Selasa, 4 Agustus 2020 23:00:23
Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan dengan pasal penyebaran berita bohong dengan UU ITE. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Anji dilaporkan Ketua Cyber Indonesia, Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya pada Senin (3/8) terkait konten video YouTube bersama Hadi Pranoto yang mengklaim sudah menemukan obat Covid-19. Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan dengan pasal penyebaran berita bohong dengan UU ITE.

Sampai sekarang Anji belum bisa dihubungi untuk dimintai tanggapan soal laporan Muannas. Namun melalui Instagram Stories di akun miliknya, mantan vokalus band Drive itu mengunggah video kobaran api dengan kalimat puitis.

"Maksudnya ingin mengabarkan kebaikan, namun malah menjadi sebuah kejelekan," tulis Anji, Senin (3/8) malam.

(Instagram)
(Instagram)

Dalam Instagram Stories sebelumnya, Anji juga memposting kicauan teman-temannya yang memberi teguran soal konten bersama Hadi Pranoto. Anji menghargai teguran tersebut.

Namun heboh soal konten video klaim menemukan obat Corona, Anji terlihat tengah menikmati jalan-jalan di pegunungan. Terakhir, Anji menuliskan lokasinya berada di Gunung Puntang, Banjaran, Bandung.

(Instagram)
(Instagram)

"Saya mencatat siapa saja yang bersuara dan beropini menentang/setuju dengan apa yang saya lakukan. Cara menegur, cara mengkritisi, cara menyindir," kata Anji di Instagram.

Anji menuturkan banyak yang merespons perilakunya. Anji berjanji akan menyelesaikan semuanya dengan baik.

"Ada yang langsung chat WA marah-marah, tapi esensinya baik saya sangat menghargai. Saya akan menyelesaikan semua ini dengan baik. Tunggu beberapa hari ke depan dan ini adalah momen untuk memfilter teman," pungkas Anji.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.