Ini Alasan Mantan Suami Janeta Janet Gugat Harta Gono Gini

Ari Kurniawan Rabu, 5 Agustus 2020 10:00:54
Jenita Janet dan Alif Hedi menjalani sidang gugatan harta gono gini. (Ari/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Mantan suami Jenita Janet, Alif Hedi Nurmaulid, mengajukan gugatan harta gono gini ke Pengadilan Agama Bekasi, Jawa Barat. Alif merasa memiliki hak atas harta yang saat ini dikuasai oleh Janet. 

Selasa (4/8), sidang perdana dengan agenda mediasi digelar. Sayang, pembicaraan antara Jenita Janet dengan Alif tidak menemui titik temu. Sidang pun bakal dilanjutkan ke pokok perkara. 

"Hari ini agendanya mediasi, mediasi untuk perundingan karena ya memang ada beda paham antara saya dengan mantan istri saya. Beliau beranggapan bahwa semua yang didapatkan seama pernikahan saya selama 10 itu beliau sendiri yang menghasilkan tanpa ada andil saya," kata Alif. 

Alif merasa punya andil besar dalam kesuksesan Jenita Janet sebagai penyanyi dangdut. Bahkan sebelum Janet terkenal lewat lagu "Diriject".

"Perjuangan saya juga terbilang luar biasa lah untuk pernikahan ini, mulai dari saya pernikahan dari nol, dari nggak punya apa-apa, saya ke Jakarta sama dia, saya juga banyak ngasih masukan di dunia entertaint," sebutnya. 

Meski tak muncul di panggung, Alif mengklaim tugasnya cukup banyak untuk mensukseskan penampilan Jenita Janet di setiap acara. 

"Saya banyak memberikan masukan untuk lagu-lagunya segala macam, terus saya juga jadi manajer bisnis, road manager, sound manager, stage manager, sampai di acara jadi juri pun saya yang memberi kata-katanya buat dia. Semuanya saya yang di belakang layar," tuturnya.

Ada tiga item harta yang menurut Alif adalah haknya, yakni satu unit mobil, satu unit rumah, dan satu unit motor besar Harley Davidson. 

(air)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.