Vernita Syabilla Sempat Pesan Kontrasepsi Khusus ke Muncikari

Supriyanto Kamis, 13 Agustus 2020 18:00:23
Vernita Syabilla membantah semua tuduhan Polresta Bandar Lampung soal keterlibatannya dalam kasus prostitusi online. (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Vernita Syabilla membantah semua tuduhan Polresta Bandar Lampung soal keterlibatannya dalam kasus prostitusi online. Vernita terjaring polisi bersama pria di sebuah hotel berbintang.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, dalam pemeriksaan dua muncikari, MK dan MAZ menyebutkan Vernita Syabilla memang terlibat dalam praktik prostitusi.

Fakta baru yang diungkapkan polisi. Vernita Syabilla sempat memesan alat kontrasepsi khusus ke salah satu mucikari yang diamankan polisi.

"Ada pengakuan tertentu dari salah seorang mucikari yang menyatakan bahwa VS memesan salah satu kontrasepsi yang menjadi pilihannya. Diakui dari salah seorang mucikari bahwa korban VS ini telah memesan alat kontrasepsi khusus," ujar Zahwani Pandra Arsyad kepada wartawan, Rabu (12/8).

Sebelumnya, Vernita Syabilla mengatakan saat terjaring dirinya dalam kondisi sedang haid. Hal tersebut seolah menjadi alibi dirinya tidak akan melayani pelanggan.

Lebih lanjut, Vernita Syabilla disebut muncikari telah menerima uang yang masuk ke rekening pribadinya dari pengusaha yang meminta jasanya untuk melayani.

Hap tersebut juga sempat dibantah oleh Vernita setelah dibebaskan dari Polresta Bandar Lampung.

"Tapi bukan untuk dilayani itu. Cuma kayak makan, jalan, ngobrol, bahkan sama si S ini kalau sudah beres ngobrol. Karena (dia) suka sama artis cantik, 'setelah itu kamu boleh pulang'," tutur Vernita Syabilla usai mengisi acara di Trans TV.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.