Kriss Hatta Bongkar Fenomena Pacar Settingan di Kalangan Artis

Ari Kurniawan Rabu, 19 Agustus 2020 01:00:01
Kriss Hatta. (Ari/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kriss Hatta membantah kabar kedekatannya dengan Hana Hanifah sebagai rekayasa atau settingan. Menurut Kriss, dirinya sangat menghindari cara tersebut untuk menaikkan popularitas. 

"Saya orangnya kalau dekat sama perempuan itu pasti bukan settingan. Tapi kalau dianggap settingan ya saya kembalikan lagi kepada masyarakat menilainya gimana. Nilai sendiri aja lah," kata Kriss Hatta, saat dijumpai di Studio TransTV, Jakarta Selatan, Selasa (18/8). 

Kriss Hatta mengatakan bukan sekali dua kali dirinya ditawari artis lain untuk merekayasa hubungan. Harga yang ditawarkan cukup menggiurkan. 

Kriss Hatta. (Ari/tabloidbintang.com)
Kriss Hatta. (Ari/tabloidbintang.com)

"Sering (ditawari jadi pacar settingan). Sampai ada harga-harganya," beber Kriss Hatta. 

Kriss Hatta menyebut artis pendatang baru yang ingin mendapat publikasi media rela mengeluarkan uang ratusan juta rupiah. 

"Kalau gue dibawa ke acara award, red carpet, wah itu yang paling tinggi tuh. Jadi dibagi tiga bagian, mau eksis di medsos, itu yang paling murah yang paling bawahnya ya. Atau naik level lagi digandeng ke TV kayak acara talkshow, yang paling tinggi itu ya acara award apapun itu," sebut Kriss Hatta lebih lanjut. 

Meski disodori rupiah yang tidak sedikit, Kriss Hatta sendiri tetap pada pendiriannya untuk tidak terlibat rekayasa cinta. 

"Gue nggak mau. Nanti jadi brand image. Karena kalau udah sekali lu ketahuan settingan sama orang, selebihnya lu akan dianggap settingan. Males," tandas Kriss Hatta. 

Kriss Hatta. (Ari/tabloidbintang.com)
Kriss Hatta. (Ari/tabloidbintang.com)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.