Nella Kharisma dan Dory Harsa Nikah di Gereja, Netizen Pertanyakan Agama Sang Suami

Supriyanto Jumat, 11 September 2020 16:00:23
Nella Kharisma dan Dory Harsa mengaku sudah menikah secara resmi di gereja daerah Kediri, Jawa Timur, pada 15 Agustus 2020 lalu. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Nella Kharisma dan Dory Harsa mengaku sudah menikah secara resmi di gereja daerah Kediri, Jawa Timur, pada 15 Agustus 2020 lalu. Mereka mengumumkan kabar bahagia tersebut di televisi, Rabu (9/9) dalam acara e-commerce yang mengangkat mereka menjadi ambasador.

"Jadi sebenarnya memang benar 15 Agustus kemarin sudah melangsungkan pernikahan," ungkap Nella Kharisma didampingi Dory Harsa, mantan penabuh gendang Didi Kempot.

Lewat video yang diunggah di Instagram beberapa waktu lalu, Nella Kharisma memperlihatkan video pernikahan bersama Dory Harsa dengan suasana adat Jawa.

Nella Kharisma dan Dory Harsa menjalani pemberkatan di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Purwosari, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (15/8).

Setelah kabar bahagia itu ramai diperbincangkan, Dory Harsa menjadi sorotan netizen menanyakan soal keyakinannya. Pasalnya, mereka berdua dikabarkan berbeda keyakinan.

Nella Kharisma diketahui beragama Kristen. Lalu, bagaimana dengan Dory Harsa?

"Dory bukannya muslim ya?" tanya salah satu netizen mengomentari foto pernikahan mereka.

Netizen yang membaca pertanyaan itu pun mengatakan, kalau Dory pindah agama mengikuti sang istri.

"Cuma bantu jawab aja. Iya, fix Dory yang murtad. Pemberkatan dan resepsinya di Kediri. Sudah jelas ya. Ya kita hormati aja pilihannya Dory," tulis netizen.

Sampai saat ini Nella Kharisma maupun Dory Harsa belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan soal perbedaan keyakinan mereka.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.