Vicky Prasetyo Ajukan Penangguhan Penahanan, Ibunda Jadi Penjamin

Ari Kurniawan Kamis, 17 September 2020 07:30:59
Vicky Prasetyo kembali mengajukan permohonan penangguhan penahanan. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Vicky Prasetyo kembali mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Kali ini nama ibunda Vicky, Emma Fauziah, dicantumkan sebagai penjamin. 

Ramdan Alamsyah, pengacara Vicky Prasetyo, menjamin kliennya tidak akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Ia pun berharap majelis hakim mengabulkan permohonan yang diajukan Vicky.  Dikatakan Ramdan, sejak mendekam di tahanan, perekonomian keluarga Vicky Prasetyo sangat terpukul. 

"Kebijaksanaan hakim untuk penangguhan bisa membantu keluarganya. Dan hakim juga melihat, selama menjalani persidangan klien kami kooperatif, kami pun sebagai kuasa hukum mengikuti proses persidangan tidak dengan mengada-ngada," kata Ramdan Alamsyah, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (16/9).

Vicky Prasetyo kembali mengajukan permohonan penangguhan penahanan. (Seno/tabloidbintang.com)
Vicky Prasetyo kembali mengajukan permohonan penangguhan penahanan. (Seno/tabloidbintang.com)

Jika permohonan dikabulkan, Ramdan Alamsyah mengatakan Vicky Prasetyo bisa menghirup udara bebas, Kamis (17/9) hari ini. 

"Insyaallah besok (hari ini, Red). InsyaAllah kita besok menunggu kabar dari pengadilan," imbuhnya.

"InsyaAllah kami optimis, karena dari hakim sendiri sudah mengarahkan untuk segera dibuatkan suratnya, permohonannya dibuat," lanjutnya. 

Vicky Prasetyo kembali mengajukan permohonan penangguhan penahanan. (Seno/tabloidbintang.com)
Vicky Prasetyo kembali mengajukan permohonan penangguhan penahanan. (Seno/tabloidbintang.com)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.