Jenita Janet Tak Rela Hartanya Dibagi 2 dengan Mantan Suami

Ari Kurniawan Jumat, 23 Oktober 2020 12:30:20
Jenita Janet digugat harta gono gini oleh mantan suaminya, Alief Hedy. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Jenita Janet digugat harta gono gini oleh mantan suaminya, Alief Hedy. Tak tinggal diam, Jenita pun melakukan perlawanan. 

Jenita Janet bersikukuh harta yang ia miliki saat ini merupakan hasil kerja kerasnya sebagai penyanyi dangdut. Bukan pemberian suami selama masa pernikahan. 

"Memang teorinya harta bersama itu 50-50. Tapi ada yurisprudensi itu memutuskan, apa bila suami atau istri dalam hal istri yang menjadi tulang punggung buat mata pencarian, maka suami hanya mendapat seperempat dari harta bersama itu," kata kuasa hukum Jenita Janet, Yopi Enanda, Kamis (22/10).

Jenita Janet digugat harta gono gini oleh mantan suaminya, Alief Hedy. (Seno/tabloidbintang.com)
Jenita Janet digugat harta gono gini oleh mantan suaminya, Alief Hedy. (Seno/tabloidbintang.com)

Dalam gugatan yang diajukan ke Pengadilan Agama Bekasi, Jawa Barat, Alief mencantumkan beberapa harta yang ia anggap sebagai harta bersama dan harus dibagi sama rata. Di antaranya rumah, mobil, dan motor.

"Dia minta rumah di Puri Melati Bekasi, satu Honda Civic, satu motor moge, itu yang diminta. Jadi bukan satu, tiga yang diminta," sebut Yopi.

Yopi menegaskan dirinya akan terus bersaha mempertahankan apa yang jadi hak Jenita Janet. Terlebih, Jenita adalah tulang punggung keluarga.

"Kita di sini tahu yang jadi tulang punggung di sini kan Janet," tandas Yopi. 

Jenita Janet digugat harta gono gini oleh mantan suaminya, Alief Hedy. (Seno/tabloidbintang.com)
Jenita Janet digugat harta gono gini oleh mantan suaminya, Alief Hedy. (Seno/tabloidbintang.com)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.