Meggy Wulandari Ingatkan Kiwil Jangan Mementingkan Nafsu

Supriyanto Selasa, 27 Oktober 2020 19:00:23
Meggy Wulandari mengaku anaknya tidak mendapat nafkah dari Kiwil. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Meggy Wulandari memberikan komentar soal pernikahan mantam suami, Kiwil dengan Venti Figianti di Bandung pada Rabu (21/10) lalu. Meski sudah tidak punya hubungan, Meggy tampak kesal mendengar pernikahan itu.

Meggy mengingatkan, menikah tidak hanya mementingkan hawa nafsu. Menurutnya Kiwil tidak memikirkan istri pertamanya, Rochimah dan anak-anaknya.

“Nikah itu bukan masalah nafsu, tapi masalah tanggung jawab loh,” ujar Meggy Wulandari saat dihubungi wartawan lewat telepon belum lama ini.

Meggy Wulandari menyebutkan, sudah lama anak-anaknya dari pernikahan dengan Kiwil tidak mendapat nafkah. Meggy mengaku menafkahi sendiri anak-anaknya tanpa pemberian Kiwil.

Meggy Wulandari (Seno/tabloidbintang.com)
Meggy Wulandari (Seno/tabloidbintang.com)

“Enggak tahu, saya sih cari makan buat anak-anak saya sendiri udah lama. Kasihan lo anak-anak. Aku sih naudzubillahiminzalik,” terang Meggy Wulandari.

“Itu sih jalan hidup dia (Kiwil), aku sih masa bodo ya, cuma aku sih masih pantes. Dia lalai dengan tanggung jawab anak-anaknya. Dia harusnya menafkahi peranak itu Rp5 juta. Jadi satu bulan itu Rp15 juta harusnya,” pungkas Meggy Wulandari.

Kiwil menikah dengan Rochimah pada 28 Februari 1998 dan dikaruniai 4 orang anak, Rizky Arnanda Delta, Rizka Arnanda Delta, Razwildan Arnanda Delta, dan Rizly Arnanda Delta.

Kiwi melakukan poligami, dengan menikahi Meggy Wulandari pada 2003 dan memiliki tiga anak diberi nama Rifky Arnanda Delta, Meisya Ardinda Delta, dan Alkhalifi Delta.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.