Kesal Difitnah Sebagai Bintang Video Syur, Syahrini Peringatkan Netizen

Supriyanto Kamis, 5 November 2020 13:30:23
Syahrini memenuhi panggilan Majelis Hakim untuk dimintai keterangan sebagai saksi di persidangan kasus penyebaran video porno mirip dirinya. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Syahrini memenuhi panggilan Majelis Hakim untuk dimintai keterangan sebagai saksi di persidangan kasus pencemaran nama baik, penyebaran video porno mirip dirinya.

Sidang berjalan sekitar 40 menit di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (4/11). Usai persidangan, Syahrini mengungkap kekesalannya.

"Jadi hari ini saya datang untuk memperingati agar hati-hati dalam bermain media sosial, lebih bijaksana," ungkap  Syahrini didampingi Aisyahrani dan kuasa hukumnya.

Syahrini melaporkan SW, pemilik akun @danunyinyir99 yang diduga sebagai penyebar video syur yang mencatut nama pelantun Sesuatu itu pada 12 Mei 2020 lalu ke Polda Metro Jaya. Istri Reino Barack itu mengaku jadi korban fitnah di Instagram.

Syahrini (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Syahrini (Supriyanto/tabloidbintang.com)

Syahrini menyebutkan, sikap untuk melaporkan netizen karena saran dari suaminya, Reino Barack. Ia pun mengikuti keinginan Reino karena merasa sekarang sudah berumah tangga.

"Kalau selama 11 tahun saya diam tak bereaksi ketika saya single, saya di-bully, saya difitnah saya tidak merespons apa pun," kata Syahrini.

"Tapi saat ini semuanya sudah berbeda, saya sudah berumah tangga, saya memiliki keluarga dari pihak suami yang terganggu atas pemberitaan yang memfitnah saya, melecehkan saya setiap hari, akun Instagram itu isinya hanya untuk mem-bully saya dan mamah saya," pungkas Syahrini.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.