Ingin Jadi Pengacara, Kriss Hatta Tinggalkan Dunia Hiburan?

Supriyanto Senin, 9 November 2020 08:00:41
Kriss Hatta berencana melanjutkan kuliah. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kriss Hatta mengaku ingin menjadi pengacara. Saat ini langkah awal yang ingin dijalani adalah melanjutkan kuliah di jurusan hukum yang sempat terhenti atau drop out.

Menurut Kriss Hatta, profesi yang menyangkut dunia hukum adalah pekerjaan yang menjanjikan.  Apalagi Kriss pernah berurusan dengan hukum dan beberapa kali menjalani proses sidang.

"Dan pekerjaan lawyer, hakim, jaksa, polisi adalah pekerjaan yang menjanjikan. Semakin zaman berkembang, semakin itu menjanjikan," ungkap Kriss Hatta kepada wartawan di Studio Trans TV, Jalan Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Kriss Hatta berencana melanjutkan kuliah. (Seno/tabloidbintang.com)
Kriss Hatta berencana melanjutkan kuliah. (Seno/tabloidbintang.com)

Lantas, jika Kriss Hatta antusias ingin menjadi pengacara, bagaimana dengan pekerjaanya di dunia hiburan. Apakah Kriss Hatta meninggalkan dunia entertainment?

"(Berhenti jadi artis) Nggak lah. Kan entertain itu hanya untuk upgrade nama doang. Banyak kan lawyer yang bersedia nggak dibayar asal dampingin artis. Banyak kan yang bgitu. Itu kan berarti untuk cari nama," terang Kriss Hatta.

Aktor FTV yang pernah berseteru dengan Billy Syahputra dan Nikita Mirzani itu berharap bisa menjalankan dua pekerjaannya yang berbeda itu secara bersamaan kelak.

"Kalau aku start di sini, ya masa aku tinggalkan? Dua-dua nya aja dijalanin," pungkas Kriss Hatta.

Kriss Hatta berencana melanjutkan kuliah. (Seno/tabloidbintang.com)
Kriss Hatta berencana melanjutkan kuliah. (Seno/tabloidbintang.com)

(pri)


Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.