Gisella Anastasia Bakal Diperiksa Lagi Jika Hasil Forensik Wajah Sudah Diketahui

Supriyanto Sabtu, 21 November 2020 07:00:10
Gisella Anastasia. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Selain pelaku penyebar video, tim Cyber Polda Metro Jaya juga sudah memeriksa Gisella Anastasia sebagai saksi, setelah namanya disebut-sebut mirip wanita dalam video asusila durasi 19 detik di media sosial.

Rencananya, Polda Metro Jaya merilis hasil pemeriksaan dan hasil forensik wajah pemeran di video asusila yang heboh di masyarakat. Namun rencana tersebut batal. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan pihaknya masih menanti hasil dari ahlinya.

"Kita masih menunggu hasil saksi ahli forensik. Karena (pemeriksaan) ini kan tidak mudah," kata Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jumat (20/11).

Gisella Anastasia. (Seno/tabloidbintang.com)
Gisella Anastasia. (Seno/tabloidbintang.com)

Dikatakan Yusri, ahli forensik Polda Metro Jaya masih membutuhkan waktu untuk pemeriksaan secara detail. Menurutnya, tak mudah untuk melakukan pemeriksaan forensik wajah.

"Nanti kalau sudah selesai, nanti kita akan sampaikan. Karena kan belum selesai hasilnya seperti apa," kata Yusri Yunus.

"Secepatnya akan kita sampaikan. Karena pemeriksaan saksi ahli forensik belum selesai," tambah Yusri Yunus.

Gisella Anastasia. (Seno/tabloidbintang.com)
Gisella Anastasia. (Seno/tabloidbintang.com)

Yusri Yunus menyebut, nantinya
semua yang berkaitan akan dipanggil lagi untuk pemeriksaan lanjutan usai hasil forensik wajah diumumkan, tidak kecuali Gisella Anastasia.

"Selama ini ada tiga saksi ahli, dua saksi pelapor, dan ditambah saudari GA," pungkas Yusri Yunus.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.