Diperiksa Polisi Terkait Kasus Video Asusila, Gisella Anastasia: Sesuai dengan Panggilan

Supriyanto Rabu, 23 Desember 2020 18:00:23
Gisella Anastasia datangi Polda Metro Jaya, didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin pada Rabu 23 Desember siang. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Gisella Anastasia datangi Polda Metro Jaya, didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin pada Rabu (23/12) siang. Kehadirannya untuk pemeriksaan lanjutan terkait kasus peredaran video asusila mirip dengannya.

Sebelumnya, mantan istri Gading Marten itu dijadwalkan pemeriksaan pada Jumat (18/12) kemarin, namun batal karena ada sesuatu hal.

Begitu tiba di depan Ditreskrimsus, ibunda Gempita Nora Marten itu langsung dicecar dengan berbagai pertanyaan oleh awak media. Gisell mengaku kehadirannya hari hari ini adalah bentuk patuh pada institusi kepolisian.

(Supriyanto/tabloidbintang.com)
(Supriyanto/tabloidbintang.com)

Mengenakan kemeja putih dan masker senada, Gisella Anastasia tiba di Reskrimsus sekitar pukul 11.00 WIB. Saat disapa wartawan, Gisella mengatakan datang karena dipanggil panyidik.

"Haloo, aku hari ini mau datang lagi di Krimsus. Aku datangin lagi aja sesuai dengan panggilan aja," ujar Gisella Anastasia di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/12).

Gisella Anasatasia mengaku kondisinya dalam keadaan baik, sehat dan ingin menunjukan kooperatif pada polisi.

"Sehat, sehat puji Tuhan ya. Iya terima kasih," kata Gisella Anastasia yang langsung masuk ke dalam ruang pemeriksaan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa panggilan terhadap mantan istri Gading Marten ini dilakukan untuk menggali lebih dalam lagi keterangan perihal video syur tersebut.

(pri)

 


Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.