Natal, Salmafina Geram ada Netizen Permasalahkan Agamanya

Supriyanto Sabtu, 26 Desember 2020 07:00:23
Salmafina Sunan, putri pengacara Sunan Kalijaga geram di malam perayaan Natal. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Salmafina Sunan, putri pengacara Sunan Kalijaga geram di malam perayaan Natal. Salma menunjukkan kekesalannya di Instagram pada netizen yang masih mempermasalahkan soal agamanya.

Awalnya Salmafina yang dikabarkan merayakan natal pertama itu mengunggah foto dengan pakaian terbuka, bersama kedua temannya. Salma mulai emosi saat membaca komentar @siiuuhoill__

"Aku nemu kata kata seperti ini "Jika manusia yang membuat sakit hati, lantas mengapa Tuhan yang engkau jauhi?" kata akun @siiuuhoill__.

(Instagram)
(Instagram)

Membaca itu, Salmafina langsung merespons dengan kalimat membantah pindah agama karena sakit hati.

"@siiuuhoill__ memang sudah tahu pasti gue ikut Tuhan Yesus karena sakit hati?  Wkwkwk kalau memang itu alasannya, ketika gue sakit hati lagi pasti gue bakalan goyang iman. Tapi gue ya sudah sakit hati beberapa kali santai aja tuh," kata Salmafina di akun @salmafinasunan, Kamis (25/12).

"Muak banget sama orang sotoy yang nggak pernah tahu cerita kenapa gue ikut Tuhan Yesus tapi sok-sok ngomong gini" tambah Salmafina.

Salmafina Sunan mulai go public soal pindah agama pada pertengahan 2019 lalu. Pada saat terbuka soal keputusannya itu, ia mengatakan bahwa keputusannya murni datang dari dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain.

"Gue pindah bukan karena mantan-mantan gue. Maksud gue, itu urusan pribadi. Dan bukan karena orang tua gue. Gue selalu bilang, bukan karena siapa-siapa. Cuma kan, banyak orang yang nggak mau mengerti saja," terang Salmafina Sunan kala itu. (Pri)

 


Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.