Aura Negatif Bikin Kevin Hillers Ingin Terus Menemui Lucinta Luna

Redaksi Kamis, 14 Januari 2021 20:30:23
Kevin Hillers sempat bikin heboh setelah video berciuman dengan Lucinta Luna beredar pada 2018 lalu. (Ari/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kevin Hillers sempat bikin heboh setelah video berciuman dengan Lucinta Luna beredar pada 2018 lalu.

Rekaman mesra beredar, Kevin Hillers membantah pacaran dengan Lucinta Luna. Kata dia, aksi ciuman tersebut merupakan potongan adegan video klip Lucinta Luna. Kebetulan Kevin Hillers hanya menjadi model dan melaksanakan syuting video musik tersebut pada awal 2017.

Anehnya, setelah syuting video klip, Kevin Hillers seakan begitu tertarik dengan Lucinta Luna. Ia mengaku ingin terus ingin berada didekat Lucinta Luna.

Lucinta Luna (Dok tabloidbintang.com)
Lucinta Luna (Dok tabloidbintang.com)

"Kalau awal pertama kali ketemu beliau, enggak ada konteks hubungan intens. Kami hanya sebatas pekerjaan. Tapi entah kenapa (setelahnya) saya enggak mau ketemu sama beliau. Tapi, saya jadi ingin ketemu," tutur Kevin Hillers dalam wawancara di kantor tabloidbintang.com, pada 2018 lalu..

Kaenehan ini baru disadari Kevin Hillers setelah memanggil pendoa. Si pendoa mengatakan kehidupannya dikelilingi aura negatif. "Jadi kalau ngomong ada adegan seolah-olah ketemu terus, ya kembali lagi itu aura negatif. Itu yang dibilang pendoa," terang Kevin Hillers.

Pendoa juga memberi tahu Kevin Hillers soal alasan ia tidak merasakan kejanggalan saat ingin terus menemui Lucinta Luna. Menurut pendoa, Kevin Hillers sedang tidak sadar.

"Kalau merasa (Lucinta Luna) agresif atau enggak (karena terus mengajak bertemu), saya bisa dibilang dalam konteks pengaruh. Jadi saya enggak sadar," pungkas Kevin Hillers.

 

Penulis Redaksi
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.