Meghan Markle Tak Lakukan Tugasnya, Ratu Elizabeth II Didesak Lakukan Ini

Binsar Hutapea Senin, 25 Januari 2021 20:30:23
Ratu Elizabeth II menugaskan Meghan Markle sebagai pelindung dari dua organisasi, yaitu Teater Nasional dan Asosiasi Universitas Persemakmuran. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Ratu Elizabeth II menugaskan Meghan Markle sebagai pelindung dari dua organisasi, yaitu Teater Nasional dan Asosiasi Universitas Persemakmuran. Tugas itu diberikan sebelum Meghan Markle dan Pangeran Harry mundur dari Kerajaan Inggris pada Maret lalu. 

Diketahui, setelah mundur dari Kerajaan, Meghan Markle tak aktif lagi di kedua organisasi itu. Hal ini pun menimbulkan desakan agar Meghan Markle diberhentikan sebagai pelindung. 

Pengamat Kerajaan Inggris Richard Eden menyarakan agar tugas itu lebih baik diberikan kepada anggota Kerajaan lain seperti Pangeran Edward atau Sophie Wessex. 

Ratu Elizabeth II (Depositphotos)
Ratu Elizabeth II (Depositphotos)

"Sang Ratu berbaik harti mempercayakan dua lembaga kepada Meghan Markle, tapi tampaknya setelah dia pindah ke Amerika Serikat dia tak melakukan apa pun untuk lembaga tersebut," kata Richard Eden.  

"Sophie kerap disebut sebagai senjata rahasia Kerajaan Inggris. Seharusnya dia tak lagi menjadi rahasia," timpalnya lagi. 

Pangeran Edward dan Sophie Wessex dianggap sang pengamat punya kemampuan untuk mengurus dua lembaga tersebut. 

"Pangeran Andrew pernah bekerja dengan Andrew Lloyd Webber (musisi serta komposer yang pernah mengandi pada Teater Nasional). Dia pasti sangat senang berada di situ. Begitu juga dengan Sophie Wessex, dia punya latar belakang humas. Selama ini dia tak diberikan tugas sesuai dengan kemampuannya," tambah Richard Eden. 

 

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.