Nggak Sabar Nunggu, Video Bukti Perselingkuhan Nissa Sabyan dan Ayus Bakal Dibuka di Pengadilan

Indra Kurniawan Sabtu, 20 Pebruari 2021 05:00:23
Nissa Sabyan dituding selingkuh dengan Ayus. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Kehadiran orang ketiga disebut-sebut menjadi dasar Eri Fitriah atau Ririe Fairus menggugat cerai suaminya yang merupakan kibordis grup musik Sabyan Gambus, Ahmad Fairuz alias Ayus.

Ririe Fairus menggugat cerai Ayus di Pengadilan Agama Jakarta Utara pada 27 Januari 2021 lalu. Sidang perdana, Rabu (17/2) lalu, terpaksa ditunda lantaran hanya dihadiri Ririe sedangkan Ayus absen.

Perselingkuhan Ayus dan Nissa Sabyan dipastikan adik kandung Ayus, Fadhila Nova melalui kanal YouTube Feni Rose Official benar adanya, bukan dugaan semata.

"Karena kalau ini misalnya dugaan, pastinya dari abang saya dan Nissa akan menyangkal. Tapi mereka berdua mengakui mereka memang saling mencintai sih," ungkap Nova.

Nova tidak asal bicara. Menurutnya, Ririe dan keluarga sudah mengantongi bukti yang menguatkan adanya perselingkuhan tersebut.

"Ada buktinya. Ada video. Ada chat," sebut Nova.

Ririe Fairus dan Ayus (Instagram)
Ririe Fairus dan Ayus (Instagram)

Sayang Nova menolak memberi tahu isi video yang dijadikan bukti perselingkuhan Ayus dan Nissa Sabyan. Bukti-bukti tersebut nantinya akan dibeberkan pihak Ririe Fairus di persidangan nanti.

"(Apa isi video) itu pribadi ya maaf. Ini juga banyak sekali netizen yang minta kami membuka bukti-bukti. Tapi mohon maaf ini masalah pribadi. Jadi kami hanya akan buka bukti-bukti di persidangan nanti," terang Nova.

Sidang berikutnya digelar 3 Maret 2021 mendatang. Apabila Ayus absen lagi, bisa dipastikan gugatan cerai Ririe bakal dikabulkan Pengadilan Agama Jakarta Utara.

 


loading...
Penulis Indra Kurniawan
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.