Reaksi Nindy Ayunda Setelah Suaminya Jadi Tersangka KDRT

Ari Kurniawan Rabu, 24 Pebruari 2021 13:00:07
Suami Nindy Ayunda, Askara Parasady Harsono, ditetapkan sebagai tersangka KDRT. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Suami Nindy Ayunda, Askara Parasady Harsono, ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ini tentu jadi kabar baik bagi Nindy selaku pelapor. 

“Nindy mengapresiasi kinerja yang sangat baik dari Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar kuasa hukum Nindy, Dicky Muhammad Kurniawan, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (23/2).

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, menetapkan Askara sebagai tersangka setelah menemukan bukti permulaan yang cukup. 

Suami Nindy Ayunda, Askara Parasady Harsono, ditetapkan sebagai tersangka KDRT. (Seno/tabloidbintang.com)
Suami Nindy Ayunda, Askara Parasady Harsono, ditetapkan sebagai tersangka KDRT. (Seno/tabloidbintang.com)

“Dua alat buktinya sudah, jadi sudah bisa naik jadi tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Jimmy Christian Samma, kepada wartawan.

Selain ke polisi, Nindy Ayunda juga mengadu ke Kompas Perempuan. Pada kesempatan itu Nindy menunjukkan sejumlah bukti berupa foto wajahnya yang dipenuhi luka lebam. Luka tersebut, kata Nindy, merupakan akibat dari tindak kekerasan yang dilakukan suaminya. 

Nasib pernikahan Nindy Ayuda dengan Askara sendiri saat ini sedang di ujung tanduk, setelah Nindy mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. 

Suami Nindy Ayunda, Askara Parasady Harsono, ditetapkan sebagai tersangka KDRT. (Seno/tabloidbintang.com)
Suami Nindy Ayunda, Askara Parasady Harsono, ditetapkan sebagai tersangka KDRT. (Seno/tabloidbintang.com)

(ari)


Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.