Konsumsi Benzo, Ini Pesan Millen Cyrus di Hadapan Wartawan

Vallesca Souisa Selasa, 2 Maret 2021 13:30:53
Selebgram Millen Cyrus kembali berurusan dengan pihak kepolisian karena kasus narkoba. (Ari/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Selebgram Millen Cyrus kembali berurusan dengan pihak kepolisian karena kasus narkoba. Ia memberikan pesan untuk publik agar menjauhi dunia malam.

Diketahui, pada Minggu (28/2) dini hari di Kafe Brotherhood di Jakarta Selatan pihak kepolisian menyidaknya saat menggunakan narkoba jenis Benzo dan langsung diperiksa melalui tes urine.

Pada Senin(1/3) melalui akun Instagram @lambe_turah, tersiar video pengakuan dari Milen, ia juga menyertakan pesan kepada publik. “Pesan dari saya adalah jauhkan tempat hiburan malam, tetap mengikuti protokol kesehatan. Jauhi narkoba dan jaga kesehatan selalu untuk semuanya.”ujarnya.

Selebgram Millen Cyrus kembali berurusan dengan pihak kepolisian karena kasus narkoba. (Ari/tabloidbintang.com)
Selebgram Millen Cyrus kembali berurusan dengan pihak kepolisian karena kasus narkoba. (Ari/tabloidbintang.com)

Saat ditanya oleh wartawan tentang alasan menggunakan obat tersebut, Milen menjawab, ia suka mengalami kecemasan, sehingga mencari ketenangan lewat obat-obatan “Obatnya itu untuk (mengobati) kecemasan dan kemarin kan sempet depresi. Dari BNN emang dikasih untuk mencegah kecemasan dan depresi.” jawabnya.

Sebelumnya, dari pihak keluarga yang mengunjungi ke Polda Metro Jaya mengakui bahwa obat yang digunakan Millen itu disesuaikan dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Millen mengaku kerap kesulitan tidur dan mengalami tingkat kecemasan yang tinggi, sehingga membutuhkan obat penenang.

(Khairunnisa Nanda Zahra)


Penulis Vallesca Souisa
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.