Nikita Mirzani Berharap Dipo Latief Segera Ditangkap Polisi! 

Ari Kurniawan Selasa, 16 Maret 2021 10:30:58
Nikita Mirzani bahagia mendengar kabar rumah Dipo Latief, mantan suaminya, digerebek polisi. (Ari/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nikita Mirzani bahagia mendengar kabar rumah Dipo Latief, mantan suaminya, digerebek polisi. Namun Nikita Menyayangkan Dipo tidak ditangkap petugas. 

"Gue lihat kok digerebek rumahnya. Terus gue baca, gue kesal nggak ketangkap lagi. Ada rasa kecewa sih," ujar Nikita Mirzani, ditemui wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/3). 

Nikita Mirzani menyampaikan pesan khusus kepada Dipo Latief. "Pesannya buat yang kemarin digerebek mudah-mudahan polisi cepat nangkep supaya tidak menambah pekerjaan, jangan dipersulit," ujar Nikita Mirzani.

Nikita Mirzani bahagia mendengar kabar rumah Dipo Latief, mantan suaminya, digerebek polisi. (Ari/tabloidbintang.com)
Nikita Mirzani bahagia mendengar kabar rumah Dipo Latief, mantan suaminya, digerebek polisi. (Ari/tabloidbintang.com)

Nikita Mirzani mengatakan Dipo Latief tidak perlu takut pada polisi jika memang tidak memiliki kesalahan. Niki pun membandingkan Dipo dengan dirinya, yang berkali-kali berurusan dengan aparat. 

"Kalau memang tidak ada salah, kenapa harus takut. Jangan risih, namanya polisi mungkin mau silaturahmi. Gue juga sering didatengin polisi, kemarin rumah gue malah dijagain sama polisi ramai banget, tapi gue santai banget, orang nggak ngapa-ngapain," bilang Nikita Mirzani.

Nikita Mirzani bahagia mendengar kabar rumah Dipo Latief, mantan suaminya, digerebek polisi. (Ari/tabloidbintang.com)
Nikita Mirzani bahagia mendengar kabar rumah Dipo Latief, mantan suaminya, digerebek polisi. (Ari/tabloidbintang.com)

(ari)


Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.