Cerita Ustadz Solmed Bangkrut hingga Harus Jualan Face Shield dan Pakaian Bekas

Ari Kurniawan Rabu, 5 Mei 2021 09:30:58
Ustadz Solmed mengaku sempat mengalami kebangkrutan. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Cerita mengejutkan diungkap ustadz Soleh Mahmoed atau Solmed. Suami artis April Jasmine itu mengaku sempat mengalami masalah keuangan yang sangat parah, hingga harus menjual sejumlah asetnya. 

Tak ada pemasukan, ustadz Solmed mengaku kehabisan uang hingga harus meminjam uang pada April Jasmine. Tak sampai di situ, untuk menutupi biaya hidup sehari-hari Solmed menjual mobil, face shield, hingga pakaian bekas miliknya. 

"Saya jual face shield, saya jual sarung, saya bawa dagangan pakaian bekas saya. Tidak ada yang tahu mungkin satu Indonesia," kata ustadz Solmed, Selasa (4/5). 

Ustadz Solmed mengaku sempat mengalami kebangkrutan. (Seno/tabloidbintang.com)
Ustadz Solmed mengaku sempat mengalami kebangkrutan. (Seno/tabloidbintang.com)

Ustadz Solmed mengatakan wajar jika masyrakat tidak tahu soal ini. Sebab, dirinya melarang sang istri untuk menceritakan semua kesusahan yang ia alami kepada siapa pun. 

"Saya selalu melarang istri saya, 'jangan pernah cerita apa pun soal perkara hidup kita'," lanjutnya. 

Beruntung, kesulitan yang dialami ustadz Solmed tidak berlangsung lama. Akhir 2020 perekonomiannya kembali bangkit. Solmed pun langsung mengembalikan uang milik April Jasmine, sekaligus membelikannya hadiah mobil baru. 

"Alhamdulillah tiga kali lipat saya ganti itu uang yang saya pinjam, plus memberikan dia mobil," ungkap ustadz Solmed. 

Ustadz Solmed mengaku sempat mengalami kebangkrutan. (Seno/tabloidbintang.com)
Ustadz Solmed mengaku sempat mengalami kebangkrutan. (Seno/tabloidbintang.com)

(ari) 


Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.