Ibunda Ungkap Penyebab Almarhumah Irena Justine Sering Pingsan Saat Beraktivitas

Supriyanto Jumat, 10 Juni 2016 04:37:55
Irena Justine semasa hidup (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Artis dan model Irena Justine meninggal di Rumah Sakit Siloam, Jakarta Barat, Kamis (26/5)  pukul 22.00 WIB. Sebelum meninggal Irena Justine sempat pingsan di studio RCTI saat sedang syuting gameshow Baper.

Beberapa kerabat almarhum menyebutkan, semasa hidup Irena Justine sering kali tiba-tiba pingsan saat menjalani aktivitas.

Menurut Neni, ibu kandung Irena Justine, puterinya sering pingsan karena beban pekerjaan.

"Kalau pingsan itu karena banyak beban, karena waktu syuting sama Dude, dia (Irena Justine) bentrok sama iklan dan sinetron. Jadi enggak bisa salah satu dipegang, dia beban terus pingsan," ujar Neni kepada wartawan Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (9/6).

Emosi yang tidak bisa dikendalikan juga menjadi salah satu penyebab almarhum Irena Justine tiba-tiba ambruk.

"Kalau emosi dia suka kambuh tiba-tiba pingsan," ungkap Neni.

Irena Justine semasa hidup (Instagram)
Irena Justine semasa hidup (Instagram)

Selain itu kondisi rumah tangga dan posisinya sebagai single parent menambah beban pikiran. Apalagi Irena Justine tidak pernah mau menceritakan permasalahan yang dihadapi.

"Dia banyak beban tapi enggak bisa mengungkapkan, dia harus kerja keras ya. Beban juga dengan masalah rumah tangga dia. Dia enggak pernah ngerti penyakitnya," beber Neni.

Neni menambahkan,  Irena Justine mulai sering pingsan saat puteranya, Arjuna Keith Al Ghifary masih berusia empat bulan.

"Kalau yang ibu lihat itu, dari umur Juna empat bulan, dia pertama pingsan di Legenda Wisata. Mungkin karena dia banyak beban," pungkas Neni.

 

(pri/gur)

 


Penulis Supriyanto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.