Anak Kedua Katarak Saat Bayi, Asri Welas Sebut Bukan Karena Rubella

Nanda Indri Hadiyanti Rabu, 13 September 2017 22:00:28

TABLOIDBINTANG.COM - Rayyan Gibran Ridharaharja, anak kedua Asri Welas menderita katarak di kedua matanya di usianya yang baru tiga bulan.

Selain itu, bayi yang akrab disapa Ibran itu juga terserang masalah kesehatan lainnya, seperti ganguan kandung kemih dan memiliki gangguan bawaan lahir berupa gangguan pendengaran.

Beberapa hal itu mengingatkan ciri-ciri anak yang lahir dari ibu yang terkena campak Jerman atau Rubella. Namun, di salah satu postingannya, Asri Welas membantah anaknya sakit karena virus rubella.

"Ada banyak yg harus di periksa karena ada banyak sebab kenapa bisa terkena katarak,bisa juga disebabkan oleh virus rubela, tokso tapi di kehamilan asri negatif akan hal ini, di mas Ibran sendiri juga tidak ada virus tersebut, kita periksa apakah jantungnya bocor, alhamdulilah tidak, otaknya apakah ada virus, alhamdulilah tidak ada," tulis Asri Welas di salah satu unggahannya baru-baru ini.

Namun kembali lagi, kejadian ini mengingatkan para calon ibu untuk lebih peduli dengan kesehatan diri dan calon bayinya. Tidak ada salahnya untuk belajar mengenal efek dari virus Rubella.

Dari berbagai sumber diketahui, jika ibu mengandung terkena Rubella maka kemungkinan anaknya akan lahir dengan sejumlah cacat lahir atau yang biasa disebut dengan sindrom rubella bawaan. 

Sejumlah cacat itu bisa berupa cacat mental, katarak, tuli, gangguan jantung dan gangguan pertumbuhan pada janin. Jika ibu mengandung terkena Rubella di usia 11 minggu kehamilan maka resiko sang anak cacat bisa 90 persen.

Jika sudah masuk minggu ke-11 hingga 16 resiko cacat hingga 20 persen. Sementara itu, jika ibu dengan usia kehamilan 16 hingga 20 minggu sang anak beresiko tuli. 

 

(nda / gur)

 

Penulis Nanda Indri Hadiyanti
Editor Tubagus Guritno
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.