Rina Nose Lepas Hijab, Mbah Mijan Soroti Masalah Asmara

Ulfa Gusti Utami Selasa, 14 November 2017 01:00:23
Rina Nose memutuskan untuk menanggalkan hijabnya. (Seno / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Mbah Mijan dikenal sebagi paranormal yang kerap melontarakan komentar kontroversial. Baru-baru ini, Mbah Mijan ikut angkat bicara terkait keputusan Rina Nose menanggalkan hijabnya.

Melalui unggahan di akun Twitternya, Sabtu (11/11), Mbah Mijan mengatakan menghargai apa pun keputusan yang dipilih Rina Nose.  

"Saya kali ini support Rina Nose, apa pun keputusannya itu yang terbaik buat dirinya sendiri, setiap manusia memiliki hak dan kewajiban pribadi, jika hidup kita harus takluk pada apa yang orang bilang artinya tidak punya pendirian, biarlah, kelak akan menemukan jalannya sendiri," tulis Mbah Mijan.

Tak hanya menghargai keputusan  Rina Nose, sebagai paranormal Mbah Mijan juga menerawang apa yang terjadi pada Rina Nose yang selama ini dikenal sebagai sosok yang ceria.

"Di balik keceriaan seorang Rina Nose, aura berlapis cokelat yang melekat pada tubuhnya sejak lama, ini menjadi salah satu problem yang serius," tulis Mbah Mijan.

Ia juga menjelaskan arti dari warna cokleat yang menyelimuti aura Rina Nose. Menurutnya, Rina Nose yang kerap diselimuti aura berwarna cokelat yang lekat dengan masalah asmara. 

"Warna cokelat dalam aura bermakna sering mengalami masalah asmara, semakin tebal warnanya akan semakin membuatnya jauh dari tambatan hati," lanjut Mbah Mijan. 

Dari terawangannya itu, Mbah Mijan juga tak lupa mendoakan agar Rina Nose bisa segera menemukan pasangannya dan bisa segera menikah di tahun 2018. 

"Saya mendoakanmu saudaraku, semoga Rina Nose menemukan pasangan dan menikah, hidup bahagia sampai kakek nenek, mudah-mudahan bisa terwujud ditahun 2018, Amin Ya Robal Alamiin."

Penulis Ulfa Gusti Utami
Editor Binsar Hutapea
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.