Pria yang Disebut Selingkuhan Istri Ahok Akan Dihadirkan di Persidangan?

Abdul Rahman Syaukani Rabu, 7 Pebruari 2018 23:59:45
Veronica Tan (Bambang Setiawan / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah rela jika rumah tangga yang dia bina belasan tahun lamanya dengan Veronica Tan, harus berakhir lewat jalur perceraian.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menganggap cerai sebagai solusi terbaik untuk mengakhiri masalah rumah tangganya dengan Veronica Tan. Karena  7 tahun lamanya Ahok bersabar mengharapkan istrinya mengakhiri hubungan terlarang, namun tak kunjung terjadi.

Mediasi yang seharusnya merupakan upaya pihak hakim untuk mempersatukan rumah tangga Ahok- Veronica tak juga tak dilakukan dalam sidang mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Utata, Rabu (7/2).  Sebab pihak Veronica absen di persidangan.

Sidang pekan depan pun mulai masuk ke pokok perkara, pembuktian dari pihak penggugat. Pihak Ahok mulai mempersiapkan sejumlah bukti untuk memperkuat tuduhan-tuduhannya ke Veronica Tan, sebagaimana tertuang dalam gugatan cerai. 

Pertanyaannya kemudian, apakah Yulianto Tio, pria yang santer disebut-sebut selingkuhan Veronica Tan juga bakal dihadirkan ke persidangan?

Ditanya tentang hal itu, kuasa hukum Ahok mengaku ingin yang bersangkutan hadir. Namun dia mengaku tak punya kewenangan untuk itu.

"Saya tidak bisa (untuk hadirkan selingkuhan Veronica). Itu bukan kewajiban kami. Saya juga pengin ketemu dia," ucap Fifi Lety selaku kuasa hukum Ahok di PN Jakarta Utara.

Sampai saat ini sosok Yulianto Tio masih terkesan misterius. Sosoknya belum muncul ke publik kecuali hanya lewat foto yang sempat tersebar di media sosial.

(man / gur)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.