Pandji Pragiwaksono Masuk PKS: Belum Ada Pernyataan Mau Merapat ke Mana

TEMPO Rabu, 14 Maret 2018 15:20:47
Pandji Pragiwaksono menanggapi kabar masuk PKS (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Pandji Pragiwaksono menanggapi kabar di media sosial yang menyebut telah bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pandji Pragiwaksono mengatakan memang bertemu Presiden PKS Sohibul Iman tapi belum ada kesepakatan akan bergabung atau tidak.

"Sampai sekarang belum ada pernyataan saya mau merapat ke mana," ujar Pandji Pragiwaksono, Selasa, 13 Maret 2018.

Kabar bergabungnya Pandji Pragiwaksono ke PKS menyebar lewat foto dan cuitan di Twitter. Dalam foto, Pandji tampak berpose dengan sejumlah orang dan menyebut nama Sohibul Iman dalam cuitannya. Ia membenarkan soal foto tersebut.

Pandji Pragiwaksono berpendapat kabar masuk ke PKS karena pertemuannya dengan Sohibul merupakan pertemuan terbaru. Padahal, Pandji mengaku sudah menemui beberapa partai, salah satunya Partai Amanat Nasional (PAN).

Ada juga beberapa partai lain yang dia datangi tapi belum bisa disampaikan ke publik. Untuk selanjutnya, Pandji Pragiwaksono mengaku ingin bertemu dengan Partai Demokrat.

Soal partai pilihannya, Pandji Pragiwaksono mengatakan tidak memilih poros partai tertentu. Dia mengaku akan merapat pada partai yang memiliki visi persatuan dan pendidikan. "Saya pilih enggak harus oposisi atau Islam. Tapi yang sesuai sama nilai-nilai saya, yaitu persatuan dan pendidikan," kata dia.

Pandji Pragiwaksono mengaku telah yakin terjun ke politik. Dia menyampaikan akan mengumumkan pilihan partainya melalui Pilihpandji.com pada Rabu, 14 Maret 2018, pukul 06.00 WIB. Sebelum ini, Pandji diketahui pernah terlibat menjadi tim sukses pemenangan Anies Baswedan dalam pilkada DKI Jakarta 2017.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.