Deddy Corbuzier Singgung Program Artis Alay, Ini Kata Nikita Mirzani

Supriyanto Rabu, 14 Maret 2018 20:40:00
Nikita Mirzani (Pri / Tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nikita Mirzani geram dengan pernyataan Deddy Corbuzier yang menyinggung program alay. Menurut Nikita Mirzani, Deddy Corbuzier tidak perlu memgusik program lain karena sama-sama bekerja untuk mencari nafkah.

“Ah lagian nggak usah ngurusin program orang lain deh, urus aja program masing-masing. Kita cari makan sama-sama kok di dunia yang sama. Nggak usah ngusik-ngusik yang lain lah,” ungkap Nikita Mirzani usai mengisi acara di Trans V ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (14/3).

Nikita Mirzani (Seno / Tabloidbintang.com)
Nikita Mirzani (Seno / Tabloidbintang.com)

Nikita Mirzani berpendapat, Deddy Corbuzier seharusnya berkompetisi dan menunjukkan program yang dibawakan lebib baik dari program alay, yang disebut-sebutnya. Tidak perlu menilai baik dan buruk program tertentu.

“Kalau memang acara itu alay ya udah biarin aja, lo tunjukin aja kalau acara lo lebih berkualitas dibanding acara-acara yang lain dan ratingnya lebih bagus dari acara yang lo bilang alay itu,” kata Nikita Mirzani menyindir Deddy Corbuzier.

Bagi Nikita Mirzani, program yang dibilang alay oleh Deddy Corbuzier dibuat untuk menghibur bukan yang bermuatan serius. Pengisi acara juga mengajak bintang tamu menjadi alay untuk menghibur penontonnya.

Deddy Corbuzier (Mark / Tabloidbintang.com)
Deddy Corbuzier (Mark / Tabloidbintang.com)

“Yang enggak alay itu ya berita-berita tentang kriminal, news, itu enggak alay. Tapi kalau udah manggil bintang tamu pasti semua jadi alay karena secara tidak langsung kita akan menanyakan bagaimana kabarnya dia, apa yang sedang terjadi dan sebagainya,” pungkas Nikita Mirzani.

(pri / wida)

Penulis Supriyanto
Editor Wida Kriswanti
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.