Keluarga Terduga Teroris Penyerangan Mapolda Riau Ditangkap

TEMPO Jumat, 18 Mei 2018 11:00:46
TEMPO

TABLOIDBINTANG.COM - Delapan terduga teroris di Kota Dumai, Riau, ditangkap tim gabungan Kepolisian Daerah Riau dan Detasemen Khusus 88 Antiteror. Beberapa di antaranya diduga masih memiliki hubungan darah dengan tersangka teror di Markas Kepolisian Daerah Riau. "Beberapa dari mereka ada hubungan keluarga," kata Kabid Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar, Sunarto di Pekanbaru, Kamis, 17 Mei 2018

Ia merincikan ke delapan terduga teroris ditangkap di sejumlah titik di Kota Dumai setelah penyerangan di Mapolda Riau pada Rabu pagi. Dumai merupakan sebuah kota madya yang berjarak sekitar 5 jam perjalanan darat dari Kota Pekanbaru.

Empat terduga teroris tewas ditembak petugas. Mereka adalah Mursalim alias Ical alias Pak Ngah (42), Suwardi (28), Adi Sufyan (26) dan Daud (45). Sementara itu, ia mengatakan bahwa delapan terduga teroris yang kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Dumai masing-masing berinisial HAR, NI, AS, SW, HD, YEP, DS dan SY alias IJ.

HAR, kata Sunarto, merupakan kakak kandung dari Suwardi, salah satu tersangka yang tewas ditembak mati dalam insiden penyerangan Mapolda Riau. Selain HAR, Polisi juga menangkap NI, ibu kandung Suwardi. Selain itu, SW juga diketahui merupakan ibu dari tersangka Adi Sufiyan. Ia ditangkap bersama HD dan YEP, adik kandung Adi Sufiyan, yang juga salah satu pelaku teror Mapolda Riau.

Sunarto mengatakan bahwa Pak Ngah merupakan ketua dari kelompok teror penyerangan Mapolda Riau. "Pak Ngah sebagai pimpinan. Tapi belum tahu kelompok mana," ujar dia. Para keluarga diduga berafiliasi dengan kelompok teroris penyerang itu.

Meski begitu, Sunarto mengatakan pihaknya masih mendalami delapan terduga teroris yang ditangkap dengan pemeriksaan intensif yang digelar di Mapolres Dumai. "Delapan orang yang diamankan masih didalami keterangannya di Mapolres Dumai," tuturnya.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Ari Kurniawan
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.