Suami Dina Lorenza Dikabarkan Ditangkap Polisi Terkait Narkoba dan Senjata Api?

Supriyanto Selasa, 12 Juni 2018 11:00:00
Suami Dina Lorenza Dikabarkan Ditangkap Polisi Terkait Narkoba dan Senjata Api (Bam / Tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Gathan Saleh Hilabi, suami Dina Lorenza dikabarkan ditangkap polisi terkait dugaan kasus narkoba dan kepemilikan senjata api. Gathan ditangkap saat sedang berada di Bali.

Kabar tersebut diketahui dari akun gosip Lambe Turah mengunggah foto kolase di Instagram, Senin (11/6). Dalam foto tersebut, tampak seorang pria yang memiliki brewok dan berkumis mirip Gathan memakai kaos hijau sedang berada di kantor polisi.

(Instagram)
(Instagram)

"Babang Gathan Saleh Hilabi
Suami Artis Dina Lorenza yang juga merupakan mantan dari cut keke dikabarkan di amankan di kuta bali
.
Diduga karena memakai narkoba dan memiliki senjata tajam dan senjata api lengkap dengan pelurunya
.
Duhhhh
Minceu ngeri yaaaa
Mau lebaran gini kok malah ada yang maenan senpi
.
Kabar selanjutnya akan di update apabila ada perkembangan lebih lanjut,"
tulis akun @lambe_turah.

Dalam akun tersebut juga terlihat ada sejumlah bungkusan, senjata api, peluru dan senjata tajam yang turut diamankan. 

Saat dikonfirmasi mengenai ditangkapnya suami Dina Lorenza, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Henky Wijaya belum bisa memberi informasi banyak.

"Ada penangkapan, sekarang diamankan di Polsek Kuta," ujar Henky Wijaya kepada wartawan lewat pesan singkat, Selasa (12/6), tanpa menyebutkan pasti identitas pelaku. Menurut Hengky saat ini pelaku, serta barang bukti berada di Polsek Kuta.

Namun saat berita ini diturunkan, unggahan Lambe Turah tersebut telah dihapus. Diduga karena pemberitaan yang belum terbukti kebenarannya.

(pri / wida)


Penulis Supriyanto
Editor Wida Kriswanti
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.