Polisi Buru Komplotan Waria yang Menggasak Ponsel Pemudik

TEMPO Kamis, 14 Juni 2018 23:30:28
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Komplotan waria beraksi di tengah kemacetan Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat mudik Lebaran. Mereka menggasak sebuah telepon genggam dan uang Rp 100 ribu milik pemudik yang berhenti di sekitar Tol Bekasi Barat, sekitar pukul 03.00 WIB.

Korban bernama Habib Mustofa, warga yang mudik tujuan ke Semarang, Jawa Tengah yang berangkat dari Cengkareng Jakarta Barat.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Indarto mengatakan, peristiwa bermula ketika korban berhenti di pinggir tol Bekasi Barat karena ingin buang air kecil serta mengisi air radiator mobilnya. Sebelum turun korban melihat waria yang bergerombol di pinggir tol

Sekembali di mobil, kata dia, Mustofa mendapati sebuah telepon selularnya hilang, serta sejumlah uang receh senilai Rp 100 ribu raib. Korban sempat mencari waria itu, namun tidak menemukannya. Karena itu, korban melaporkan kejadian tersebut ke pos polisi di Mega Bekasi Hypermall.

Polisi yang mendapatkan laporan segera ke lokasi, dan melihat gerombolan waria lari tunggang langgang melihat ada polisi datang.

Polisi curiga bahwa kelompok waria yang beroperasi di pinggir tol tersebut tinggal di Kampung Rawabambu, belakang Mega Bekasi Hypermall. "Anggota sempat menyisir kontrakannya," kata dia. Karena hasilnya nihil, polisi lalu meminta bantuan pengurus rukun tetangga setempat. Sehingga, waria yang tinggal di lingkungannya dikumpulkan.

Hasil interogasi, bahwa gerombolan waria yang berada di pinggir tol adalah kelompok Marsha Goni dan kawan kawan. Sedangkan, yang mengambil adalah Goni itu sendiri.

Para waria itu didesak mencari keberadaan Goni yang melakukan aksi kejahatan di sela arus mudik Lebaran di Tol Jakarta-Cikampek, sampai ketemu. Tak lama kemudian, Goni menyerahkan sebuah telepon genggam dan uang yang digasak. Sedangkan Goni sendiri kabur karena ketakutan. Polisi kini masih memburu waria itu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Ari Kurniawan
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.