TKI Nurkoyah Bebas dari Hukuman Mati, Akan Gugat Balik

TEMPO Sabtu, 7 Juli 2018 01:30:03
TKI asal Rengasdengklok, Nurkoyah binti Marsan Dasan, 47 tahun, Karawang, akhirnya pulang ke Indonesia (KBR Arab Saudi)

TABLOIDBINTANG.COM - Nurkoyah binti Marsan Dasan, 47 tahun, TKI asal Rengasdengklok, Karawang, harus menghabiskan delapan tahun untuk membuktikan dirinya tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan bayi majikan yang diasuhnya. Setelah vonis pengadilan memutusnya bebas, Nurkoyah siap mengambil langkah mengajukan gugat balik untuk meminta uang kompensasi. 

Pengacara Nurkoyah, Mish’al Al Shareef mengatakan, setelah kliennya bebas, dia berhak meminta kompensasi yang dihitung dari berapa lama mendekam di penjara. Gugatan ini akan dilayangkan segera setelah Al Shareef tiba di Arab Saudi usai mengantarkan Nurkoyah kepada keluarganya di Karawang pada 4 Juli 2018.

Soal uang kompensasi yang bakal diterima Nurkoyah, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan besaran nominal tersebut belum dihitung. Selama bekerja pada keluarga Khalid Al-Busyail, Nurkoyah tidak mengalami masalah pembayaran uang gaji.  “Kalau seseorang dituduh melakukan tindak pidana dan tidak terbukti, maka dia boleh melakukan gugatan dan kita sudah proses untuk mengajukan gugatan tersebut yang bentuknya adalah uang kompensasi. Ini aspek yg sangat penting,” kata Iqbal, Jumat, 6 Juli 2018.   

Pengajuan gugatan balik ini, maka Iqbal memastikan kasus hukum TKI asal Karawang itu belum ditutup. Kementerian Luar Negeri RI dan pengacara Nurkoyah akan mengupayakan sampai kompensasi terpenuhi.

<small grey;="" font-style:="" italic;="" font-size:="" 11px;="" line-height:="" 0em;"="">TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.